Sulit bagi Negara Teluk Bangun Kembali Kepercayaan ke Iran, Butuh Waktu Lama
- Penasihat Diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan, membangun kembali kepercayaan antara Iran dan negara-negara di kawasan itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Anwar bin Mohammed Gargash menekankan bahwa ada perbedaan yang jelas antara memulihkan hubungan dan memulihkan kepercayaan setelah serangan yang berkelanjutan.
Baca juga: Cari Dana Talangan, UEA Bisa Tinggalkan Dollar jika AS Tak Bantu Pulihkan Ekonomi
Dilansir Gulf News, Sabtu (25/4/2026), berbicara melalui tautan video dalam konferensi kebijakan publik Institut Hubungan Internasional Prancis, Gargash mengatakan bahwa tidak realistis untuk berbicara tentang kepercayaan setelah peluncuran sekitar 2.800 rudal dan drone.
“Membangun kembali hubungan adalah satu hal, membangun kembali kepercayaan adalah sesuatu yang sama sekali berbeda,” katanya.
Dia menambahkan, luka yang ditinggalkan oleh serangan-serangan Iran juga membutuhkan beberapa generasi untuk sembuh.
Baca juga: Mengapa Iran Menuntut Ganti Rugi ke Arab Saudi, Qatar, dan UEA di Tengah Konflik Timur Tengah?
Negara Teluk anggap Iran sebagai musuh utama
Ilustrasi perang Iran. Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah.
Sebelumnya, pada pekan lalu Gargash mengatakan bahwa negara-negara Teluk memiliki pandangan berbeda tentang Iran dan menganggapnya sebagai musuh utama.
"Kami sepenuhnya menyadari posisi banyak masyarakat Arab yang memandang Israel sebagai musuh utama, tetapi pandangan di negara-negara Teluk mungkin berbeda,” kata Gargash dalam konferensi pers dilansir Gulf News, Kamis (16/4/2026).
“Iran adalah pihak yang menyerang negara-negara Teluk dengan ribuan rudal dan drone, dan karena alasan ini kami tidak mempercayainya, dan kami memandangnya sebagai musuh utama," sambungnya.
Baca juga: IRGC Ancam Serang Fasilitas Minyak Negara Teluk yang Bantu AS
Gargash juga menegaskan bahwa sama seperti Teheran yang meminta jaminan dan ganti rugi atas kerusakan perang, UEA juga menginginkan hal serupa.
Tindakan Iran dianggap sebagai serangan luas terhadap stabilitas regional yang menargetkan negara Teluk termasuk mediator yang menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi.
“Rezim Iran telah menyerang semua orang di Teluk, bahkan mereka yang bertindak sebagai perantara,” ujar Gargash.
Sebagaimana diketahui, selama perang Iran, Teheran beberapa kali melancarkan serangan ke kawasan Teluk.
Tindakan tersebut sebagai respons atas tuduhannya bahwa negara-negara tersebut mengizinkan pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dari wilayah mereka.
Tag: #sulit #bagi #negara #teluk #bangun #kembali #kepercayaan #iran #butuh #waktu #lama