Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)
12:00
16 April 2026

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini semakin memanas. Pertarungan kali ini bukan lagi sekedar perang senjata atau adu kecanggihan rudal dan teknologi nuklir.

Lebih dari itu, konflik telah berkembang menjadi adu strategi dan pengaruh, termasuk upaya Iran memblokade jalur perdagangan minyak dunia seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pasokan minyak dan gas dunia.

Amerika tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut, banyak upaya yang telah dilakukan Washington agar Selat Hormuz dibuka agar negara-negara mitra AS mendapat pasokan minyak dunia.

Salah satunya dengan melakukan perundingan dengan Teheran di Islamabad, Paskistan pada 11 April 2026 belum lama ini.

Sayangnya, perundingan tersebut tidak membuahkan hasil. Teheran tetap menolak membuka Selat Hormouz dan menghentikan program uranium.

Kini, Presiden AS Donald Trump dengan tegas memerintahkan militernya memblokade Selat Hormuz mulai Senin, 13 April 2026.

Militer Iran lantas membalas, dengan mengeluarkan peringatan akan memblokade perdagangan melalui Laut Merah bersama dengan Teluk Persia dan Laut Oman. Ini bisa memicu tidak adanya aktivitas impor atau ekspor yang dilalui jalur tersebut.

Konflik geopolitik yang terjadi antara Iran dan AS tentu menjadi bahan perbincangan di mana-mana, termasuk media sosial.

Banyak dari mereka mempertanyakan soal Laut Merah dan Selat Hormuz, apa perbedaan dan perannya bagi stabilitas ekonomi global?

Peran Strategis Laut Merah

Laut Merah dan Terusan Suez memiliki peran penting untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi banyak negara, dengan berbagai kepentingan strategis yang sangat besar.

Lokasi Laut Merah, terletak di antara benua Asia dan Afrika, memisahkan Timur Tengah serta Eropa dan Asia.

Posisi Laut Merah penting karena merupakan perbatasan alami antara pantai timur Afrika dan pantai barat Semenanjung Arab, juga jalur penting bagi transportasi minyak tanpa senjata melalui Bab el-Mandeb di Selatan hingga Terusan Suez.

Selain perdagangan, wilayah ini merupakan rute navigasi penting antara militer negara-negara dan basis global banyak negara, sehingga telah menjadi arena terjadinya konflik dan persaingan regional.

Banyak hasil tambang yang dihasilkan di kedalaman laut ini seperti seng, tembaga, perak, emas, dan mineral lainnya yaitu cadmium, kobalt, dan hidrokarbon.

Laut Merah sangat penting bagi Amerika Serikat sebagai jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Asia-Eropa via Terusan Suez.

Untuk itu, AS menjaga betul keamanan di wilayah ini untuk menjaga kebebasan navigasi, melawan ancaman seperti Houti, dan menstabilkan pasokan energi global.

Peran Strategis Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling penting dalam sistem perdagangan global. Lokasi Selat Hormuz juga strategis, terletak di antara Iran dan Oman.

Selat ini menjadi penghubung utama antara Kawasan Teluk Persia dan pasar internasional. Ekonomi dunia modern sangat bergantung pada energi, untuk itu keberadaan Selat Hormuz sangat vital.

Tak hanya penting secara geografis, tetapi juga menjadi pusat lalu lintas komoditas strategis dunia. Keamanan dan kelancaran arus transportasi di jalur ini sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Gangguan apapun sekecil saja, seperti konflik politik yang terjadi belum lama ini dapat menyebabkan lonjakan harga minyak secara signifikan.

Hal ini tentu akan berdampak langsung pada biaya produksi, transportasi, dan harga barang di berbagai dunia.

Peran Iran di Laut Merah, Benarkah Akan Ditutup?

Militer Iran mengeluarkan peringatan akan memblokade perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk Persia dan Laut Oman, jika blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz berlanjut.

Iran mengancam, jika AS menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, maka itu akan menjadi gerbang melanggar gencatan senjata.

"Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata kepala pusat komando militer Iran Ali Abdollahi dilansir AFP, Rabu (15/4/2026).

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Editor: Ruth Meliana

Tag:  #beda #peran #laut #merah #selat #hormuz #akan #ditutup #iran

KOMENTAR