Pasang 15 Kapal Perang, Bagaimana Cara AS Memblokade Selat Hormuz?
- Amerika Serikat (AS) mulai melakukan operasi blokade Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026) pagi, dengan menempatkan lebih dari 15 kapal perang.
Komando Pusat AS (Centcom) menyebut, blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Terkait mekanisme pemblokadean, kemungkianan tidak dilakukan dengan cara menempatkan kapal perang di dekat pantai Iran.
Baca juga: Siasat Iran Kelabui Blokade AS, Permainan Kucing-Tikus di Selat Hormuz
Dilansir Wall Street Journal, Senin (13/4/2026), menurut pejabat senior AS, penempatan sumber daya dan kapal perang di dekat pantai Iran membuatnya rentan terhadap serangan.
Sehingga AS kemungkinan akan mencoba mencegat atau mengkarantina kapal-kapal komersial di kedua sisi Selat Hormuz untuk mencegah mereka masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
Setiap kapal perang dapat mendekati kapal tanker yang diduga melanggar blokade, jika tidak mematuhi instruksi, maka pasukan marinir khusus akan melakukan penggeledahan.
Angkatan Laut AS memiliki cukup kekuatan tempur di wilayah tersebut yang dapat mendukung blokade, termasuk sebuah kapal induk.
Baca juga: Militer AS Klaim Bakal Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Seberapa Bahaya Ancaman Ini?
Mereka memiliki beberapa kapal perusak berpeluru kendali, sebuah kapal serbu amfibi, dan beberapa kapal perang lainnya.
Sebagian besar kapal-kapal ini memiliki kemampuan untuk meluncurkan helikopter yang mendukung operasi pendaratan, dan beberapa di antaranya mampu mengarahkan kapal-kapal komersial ke area tertentu untuk menahan mereka.
Kevin Donegan, purnawirawan AL AS yang pernah menjalankan misi di Timur Tengah, AS dapat melacak pergerakan kapal komersial dengan alat pengawasan saat meninggalkan Teluk Persia dan keluar dari Selat Hormuz.
Termasuk menggunakan data sumber terbuka dan aset militer. Ditambah negara-negara Teluk yang memiliki drone dan platform pengawasan juga dapat membantu upaya ini.
Baca juga: Ada Blokade AS, Kapal Tanker China Berhasil Lewati Selat Hormuz
Mengapa AS baru memblokade Selat Hormuz sekarang?
Ilustrasi Selat Hormuz.
Operasi blokade Selat Hormuz membutuhkan banyak sumber daya dan berisiko tinggi bagi anggota militer AS.
Selat tersebut terbuka terhadap garis pantai Iran, dan setiap operasi melalui jalur air tersebut rentan terhadap ranjau, drone, dan kapal serang Iran.
Sebelum perang, para pejabat AS memutuskan untuk tidak melakukan blokade karena kemungkinan akan merespons dengan menyita kapal tanker yang membawa minyak dari mitra AS atau dengan memasang ranjau di selat tersebut.
Tindakan semacam ini menjadi kekhawatiran karena dapat menaikkan harga minyak dunia secara tajam.
Baca juga: NATO Tak Mau Bantu AS Blokade Hormuz, Ogah Terseret Konflik
Namun, setelah perundingan AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan, Washington akhirnya memilih untuk melakukan blokade.
Menurut pejabat senior AS, tujuan Presiden Donald Trump adalah untuk memberikan tekanan ekonomi tambahan pada Iran dengan memutus salah satu sumber pendapatan yang tersisa.
Sebelumnya, dalam negosiasi di Pakistan, Trump menuntut Teheran untuk sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa pungutan biaya.
AS juga ingin Iran mengakhiri semua pengayaan uranium, menyerahkan uranium yang sangat diperkaya, menerima kerangka keamanan yang lebih luas yang mencakup sekutu regional, dan mengakhiri dukungannya terhadap kelompok proksi militan di kawasan tersebut.
Sayangnya, negosiasi gagal setelah Iran menolak untuk menghentikan program nuklirnya, yang belum sepenuhnya dihancurkan oleh serangan AS dan Israel.
Tag: #pasang #kapal #perang #bagaimana #cara #memblokade #selat #hormuz