Khawatir Iran Pakai “Kartu As Kedua”, Arab Saudi Tak Setuju AS Blokade Hormuz
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.(NASA EARTH OBSERVATORY via AFP)
11:06
14 April 2026

Khawatir Iran Pakai “Kartu As Kedua”, Arab Saudi Tak Setuju AS Blokade Hormuz

Arab Saudi mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan blokade di Selat Hormuz dan kembali ke meja perundingan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Pejabat Arab memperingatkan bahwa langkah AS tersebut berpotensi memicu balasan Iran yang kemungkinan besar akan menutup jalur strategis lain di Laut Merah, yang dinilai bisa menjadi "kartu As kedua" setelah Hormuz.

Namun, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan, “Presiden Trump jelas ingin Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk memfasilitasi arus bebas energi.”

Baca juga: Blokade Hormuz Dimulai, Trump Ancam Tenggelamkan Kapal yang Halangi Operasi

Ia menambahkan, “Pemerintahan terus berhubungan dengan sekutu Teluk, yang dibantu Presiden dengan memastikan Iran tidak dapat memeras Amerika Serikat atau negara lain.”

Kekhawatiran Arab Saudi

Menurut laporan The Wall Street Journal, Senin (13/4/2026), Arab Saudi khawatir kebijakan Presiden AS Donald Trump memblokade Selat Hormuz mendorong Iran untuk menutup Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah.

Jika hal itu terjadi, jalur alternatif ekspor minyak Kerajaan Arab Saudi akan terganggu.

Adapun Selat Bab al-Mandeb merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia dan menjadi penghubung utama perdagangan antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.

Pejabat Arab menyebut Iran dapat menekan kelompok Houthi di Yaman—sekutunya—untuk kembali menutup jalur tersebut. 

Baca juga: Tak Ikut Blokade Hormuz, Perancis-Inggris Bakal Tetap Bantu Amankan Selat

Pakar Yaman dari lembaga New America, Adam Baron, mengatakan, “Jika Iran ingin menutup Bab al-Mandeb, Houthi adalah mitra yang jelas untuk melakukannya, dan respons mereka terhadap konflik Gaza menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk itu.”

Media semi-resmi Iran, Tasnim, juga menyebut bahwa blokade dapat mendorong Iran menutup pintu masuk Laut Merah.

Peran Houthi di Laut Merah

Kelompok Houthi menguasai garis pantai panjang di dekat Bab al-Mandeb dan telah terbukti mampu mengganggu pelayaran dengan serangan rudal, drone, dan senjata ringan.

Meski intensitas serangan menurun setelah gencatan senjata Gaza pada Oktober, lalu lintas belum sepenuhnya pulih.

Houthi sejauh ini relatif menahan diri dalam konflik terbaru AS-Iran, tetapi tetap menjadi bagian penting dari jaringan milisi Iran dan bisa diaktifkan kembali jika tekanan meningkat.

Kelompok tersebut bahkan menyatakan bahwa menutup Bab al-Mandeb merupakan salah satu opsi mereka.

Jalur alternatif Arab Saudi terancam

Arab Saudi sebelumnya berhasil menjaga ekspor minyak sekitar tujuh juta barrel per hari dengan mengalirkannya ke Laut Merah melalui jalur darat. Namun, jalur ini akan terancam jika Bab al-Mandeb ikut ditutup.

Sebelum konflik Gaza, sekitar 9,3 juta barrel minyak per hari melewati selat tersebut. Angka ini turun drastis hingga setengahnya setelah serangan Houthi, menurut data Administrasi Informasi Energi AS.

Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menyatakan pada 5 April, “Iran memandang Bab al-Mandeb seperti halnya Hormuz. Jika Gedung Putih mengulangi kesalahannya, maka mereka akan segera menyadari bahwa aliran energi dan perdagangan global dapat terganggu hanya dengan satu sinyal.”

Upaya diplomasi

Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, tidak ingin konflik berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz. Namun mereka juga mendorong penyelesaian melalui negosiasi dan tengah berupaya menghidupkan kembali pembicaraan.

Pejabat regional mengatakan, meski kedua pihak menunjukkan sikap keras di publik, mereka tetap berkomunikasi melalui mediator dan terbuka untuk dialog jika ada fleksibilitas.

Di sisi lain, Iran mengancam menyerang pelabuhan negara-negara tetangga.

Dalam pernyataan militer yang disiarkan IRIB News disebutkan, “Jika keamanan pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Laut Oman terancam, maka tidak ada pelabuhan di kawasan tersebut yang akan aman.”

Analis SEB, Erik Meyersson, menilai potensi eskalasi tetap tinggi. “Itu akan menjadi cara bagi Iran untuk membalas, dengan mengatakan bahwa jika Anda membatasi ekspor minyak kami, maka kami akan mengganggu ekspor dari terminal Yanbu,” ujarnya.

Baca juga: Cara AS Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Pakai 3 Alat Ini

Tag:  #khawatir #iran #pakai #kartu #kedua #arab #saudi #setuju #blokade #hormuz

KOMENTAR