Pembicaraan Damai Belum Mulai, Trump Ancam Serang Iran Lagi
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bahwa militernya siap kembali meluncurkan serangan ke Iran apabila perundingan damai yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu.
Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam sesi wawancara ekslusif bersama The New York Post, Jumat (10/4/2026).
Trump mengungkapkan bahwa kapal-kapal perang AS saat ini tengah disiapkan dengan persenjataan tercanggih.
"Kami sedang melakukan pengaturan ulang. Kami mengisi kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan lebih baik dari apa yang kami gunakan sebelumnya, saat kami menghancurkan mereka," ujar Trump.
Saat ini, pembicaraan damai di Islamabad hendak dimulai dengan agenda negosiasi langsung yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Antara Bom AS dan Penindasan, Warga Iran Hadapi Dilema
Delegasi AS menuju Pakistan
Perundingan ini merupakan kelanjutan dari gencatan senjata selama dua minggu yang tercapai pada Rabu (8/4/2026).
Wakil Presiden AS JD Vance telah bertolak ke Islamabad menggunakan Air Force Two, didampingi oleh utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.
Trump menyatakan bahwa hasil dari upaya diplomasi ini akan terlihat dalam waktu dekat.
"Kami akan mengetahuinya dalam waktu sekitar 24 jam. Kami akan segera tahu. Jika kami tidak mendapatkan kesepakatan, kami akan menggunakan senjata-senjata tersebut, dan kami akan menggunakannya dengan sangat efektif," tegas Trump.
Baca juga: China Jadi Kunci Rahasia Gencatan Senjata Iran-AS, Lanjut Negosiasi Damai
Di sisi lain, optimisme datang dari ekonom utama Gedung Putih, Kevin Hassett.
Dalam wawancara dengan Fox Business, ia menyebut pemerintah mengirim "Tim A" untuk berhadapan dengan pihak Iran.
Meski menaruh harapan besar, dia memastikan AS telah menyiapkan rencana cadangan jika negosiasi gagal.
Di sisi lain, Iran diperkirakan akan mengirim Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf ke meja perundingan.
Baca juga: Negosiasi Damai AS-Iran Digelar Hari Ini, Pakistan Sambut Delegasi
Meja perundingan
Isu utama dalam perundingan di Pakistan mencakup tuntutan AS agar Iran menyerahkan sekitar 450 kilogram uranium yang diperkaya.
Iran juga dituntut membuka kembali Selat Hormuz secara penuh untuk pelayaran internasional.
Pensiunan Jenderal Angkatan Darat bintang empat, Jack Keane, menegaskan bahwa militer AS memiliki rencana detail untuk mengamankan jalur pelayaran vital tersebut.
"Militer AS dapat mengamankan ruang tertentu yang melintasi selat itu—memasang pelindung udara di sekelilingnya dan memastikan apa pun yang mencoba menembusnya akan dikalahkan," jelas Keane kepada Fox News.
Baca juga: Imbas Perang Iran, Negara-negara Teluk Atur Ulang Strategi Keamanan
Warga berjalan di bawah layar digital yang menampilkan berita tentang pembicaraan perdamaian AS-Iran di sepanjang jalan di Islamabad pada Jumat (10/4/2026). Pembicaraan damai AS-Iran sedianya digelar Sabtu (11/4/2026).
Selain masalah nuklir dan jalur pelayaran, ada tiga poin krusial lainnya yang akan dibahas adalah.
Pertama, penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan.
Kedua, status program rudal balistik Iran.
Ketiga, permintaan Teheran agar AS mencabut sanksi ekonomi.
Trump memperingatkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lintas kapal secara bebas adalah harga mati dalam kesepakatan.
Baca juga: Imbas Perang Iran, Negara-negara Teluk Atur Ulang Strategi Keamanan
Tag: #pembicaraan #damai #belum #mulai #trump #ancam #serang #iran #lagi