Negosiasi Damai AS-Iran Digelar Hari Ini, Pakistan Sambut Delegasi
- Delegasi Iran telah tiba di Pakistan pada Jumat (1/4/2026) untuk memulai perundingan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).
Di saat yang sama, Wakil Presiden AS JD Vance tengah dalam perjalanan menuju Islamabad guna mewakili Washington dalam dialog yang krusial yang dimediasi Pakistan tersebut.
Kedua belah pihak sedianya menggelar pembicaraan damai hari ini, Sabtu (11/4/2026) setelah menyepakati gencatan senjata pada Rabu (28/4/2026).
Meski gencatan senjata sementara telah disepakati, ketegangan antara kedua belah pihak tetap tinggi.
Teheran menegaskan, pembicaraan hanya akan berlanjut jika Washington memenuhi syarat utama: gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Iran yang diblokir.
Baca juga: Islamabad Lockdown, Ini 5 Hal tentang Negosiasi AS-Iran di Pakistan
Tantangan menuju perdamaian
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengakui bahwa mencapai kemajuan dalam dialog ini merupakan pekerjaan berat.
Dia menyebut situasi saat ini berada pada titik yang menentukan, sebagaimana dilansir AFP.
"Gencatan senjata sementara telah diumumkan, namun kini tahap yang lebih sulit menanti: tahap untuk mencapai gencatan senjata yang langgeng, menyelesaikan masalah yang rumit melalui negosiasi," ujar Sharif.
"Ini adalah tahap yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai padanan dari make or break (berhasil atau hancur sama sekali)," lanjutnya.
Televisi pemerintah Iran melaporkan, delegasi Teheran dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Mereka membawa mandat bahwa negosiasi bergantung pada sikap AS terhadap prasyarat yang diajukan Iran.
Baca juga: Pembicaraan AS-Iran Tak Jelas, Belum Ada Delegasi Hadir di Pakistan
Peringatan dari Washington
Sementara itu, Vance, sebelum bertolak ke Pakistan, memberikan peringatan kepada Iran agar tidak mencoba memanipulasi Washington dalam proses diplomasi ini.
"Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan niat baik, kami tentu bersedia mengulurkan tangan terbuka," kata Vance kepada wartawan.
"Jika mereka mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan mendapati bahwa tim perunding kami tidak akan menerima hal itu," lanjutnya.
Presiden AS Donald Trump juga turut menyuarakan pembicaraan tersebut melalui media sosial Truth Social.
Dia menilai Iran tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam perundingan ini.
"Iran tidak memiliki kartu dalam pembicaraan ini selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia dengan menggunakan jalur perairan internasional," tulis Trump, merujuk pada situasi di Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Ogah Temui Utusan AS di Pakistan sampai Lebanon Berhenti Dibom
Eskalasi di Lebanon dan isu Selat Hormuz
Di tengah upaya diplomasi di Islamabad, situasi di lapangan masih membara. Israel dilaporkan terus melancarkan serangan udara di Lebanon pada Jumat.
Badan Keamanan Negara Lebanon menyatakan bahwa serangan di kota Nabatiyeh telah menewaskan 13 personelnya.
Kementerian Kesehatan Lebanon juga mencatat peningkatan jumlah korban jiwa akibat serangan masif Israel sejak Rabu lalu menjadi 357 orang tewas dan 1.223 lainnya luka-luka.
Sebagai balasan, kelompok Hizbullah menyatakan telah menembakkan sekitar 30 proyektil ke wilayah Israel, termasuk menyasar pangkalan angkatan laut Ashdod.
Baca juga: Geram Lebanon Diserang Terus, Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan Kemanusiaan
Aparat keamanan berjaga di dekat lokasi yang diyakini tempat negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di Zona Merah Islamabad, Jumat (10/4/2026). Perundingan ini digelar untuk membahas kelanjutan gencatan senjata dua minggu yang bakal berakhir pada 22 April.
"Ini sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh musuh dan serangan berulang mereka di Beirut," tulis pernyataan resmi Hizbullah.
Selain konflik fisik, agenda perundingan di Islamabad juga direncanakan mencakup poin-poin sensitif lainnya.
Di antaranya adalah pengayaan nuklir Iran dan kelancaran arus perdagangan di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia.
Lalu lintas kapal di sana masih sangat terbatas meski gencatan senjata sementara telah diumumkan.
Baca juga: Bagaimana Pakistan Dipercaya AS–Iran dan Berujung Gencatan Senjata?
Tag: #negosiasi #damai #iran #digelar #hari #pakistan #sambut #delegasi