Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
Pemerintah Iran secara tegas mengancam akan segera menarik diri dari kesepakatan Gencatan Senjata Sementara apabila Rezim Zionis Israel terus melakukan provokasi berdarah di kawasan Lebanon.
Ancaman serius ini muncul setelah Angkatan Bersenjata Iran menilai musuh telah melanggar salah satu syarat utama perdamaian di tengah memanasnya Perang Timur Tengah.
Teheran kini menuntut Militer Amerika Serikat untuk segera mengendalikan sekutu terdekatnya tersebut sebelum kesepakatan damai yang baru seumur jagung ini hancur berantakan.
Menyitat Tasnim News, Kamis (9/4/2026), seorang sumber informasi terpercaya di internal pemerintahan Iran mengungkapkan kekesalannya kepada kantor berita Tasnim pada hari Rabu terkait pelanggaran kesepakatan tersebut.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir. (Foto: Wikipedia)Menurut sumber tersebut, Teheran saat ini sedang mempertimbangkan dengan sangat matang kemungkinan untuk membatalkan seluruh proses diplomasi yang sedang berjalan.
Keputusan ekstrem ini terpaksa diambil akibat tindakan sepihak rezim Zionis yang tetap melanjutkan operasi militer mematikan mereka terhadap target di Lebanon.
Pejabat tinggi itu menekankan bahwa penghentian permusuhan di semua lini sebenarnya merupakan bagian mutlak dari rencana perdamaian dua minggu yang telah disetujui Washington.
Penghentian serangan tersebut juga secara spesifik mencakup perlindungan terhadap kelompok perlawanan Islam yang selama ini berdiri heroik di wilayah Lebanon.
Namun faktanya, militer Israel justru melancarkan serangan brutal terhadap Lebanon pada Rabu pagi yang jelas-jelas merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan yang ada.
Merespons pengkhianatan ini, militer Iran kini dilaporkan sedang bergerak cepat untuk menentukan berbagai target balasan atas agresi Zionis tersebut.
Pihak Teheran memberikan peringatan keras kepada Washington agar segera mendisiplinkan sekutunya sebelum militer Iran mengambil alih tugas tersebut dengan cara yang kasar.
“Jika AS tidak mampu mengendalikan anjing gilanya di kawasan ini, Iran akan secara khusus membantunya dalam hal ini! Dan itu akan dilakukan dengan kekerasan,” tegas sumber tersebut.
Konflik berskala besar ini sendiri bermula dari kampanye militer tanpa provokasi yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan mendadak tersebut secara tragis telah merenggut nyawa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Tidak tinggal diam, pasukan elite Iran langsung memberikan balasan mematikan ke berbagai posisi strategis milik Amerika dan Israel di kawasan regional.
Di luar dugaan pihak agresor yang mengharapkan kemenangan instan, respons Teheran justru terbukti jauh lebih mematikan dan menimbulkan kerugian besar bagi aset militer musuh.
Kebuntuan di medan tempur pada akhirnya memaksa pihak-pihak yang bertikai untuk menerima mediasi dari pemerintah Pakistan yang menghasilkan jeda pertempuran sementara.
Selama masa jeda ini, perundingan diplomatik rencananya akan dilangsungkan di ibu kota Islamabad dengan membawa sepuluh poin tuntutan utama dari pihak Iran.
Tuntutan krusial tersebut mencakup penarikan mundur seluruh pasukan tempur AS dari kawasan, pencabutan sanksi ekonomi, hingga hak kontrol atas Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa keberhasilan memaksa AS ke meja perundingan merupakan sebuah kemenangan bersejarah bagi bangsa mereka.
Meski demikian, Teheran berulang kali menegaskan bahwa proses negosiasi ini sama sekali bukanlah penanda berakhirnya perang secara total.
Mereka memandang jalur diplomasi ini murni sebagai perpanjangan dari medan pertempuran dengan tetap mempertahankan sikap ketidakpercayaan yang mendalam terhadap niat asli Amerika Serikat.
Tag: #iran #minta #tertibkan #anjing #gila #israel #siap #siap #batalkan #gencatan #senjata