Iran Akan Buka Selat Hormuz jika Pendapatan Sudah Menutup Kerugian akibat Perang
- Wakil bidang komunikasi dan informasi di Kantor Kepresiden Iran, Mehdi Tabatabai mengungkapkan syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Menurutnya, selat strategis itu akan dibuka hanya setelah pendapatan Iran dari biaya transit sudah menutupi kerugian akibat perang.
Diketahui, perang ini dimulai setelah Amerika Serikat-Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
“Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali apabila sebagian dari pendapatan transit digunakan untuk mengganti semua kerusakan yang disebabkan oleh perang yang dipaksakan,” kata Tabatabai dalam unggahannya di media sosial X, dikutip dari Anadolu.
Ia juga mengkritik keras Presiden AS Donald Trump yang terus membual, meski sudah memulai perang skala penuh di kawasan itu.
Baca juga: Soal Rencana Serangan Darat ke Iran, Trump: Saya Rasa Itu Tidak Perlu
Selat Hormuz tak lagi sama seperti dulu
Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan, Selat Hormuz tak akan sama seperti sebelum perang.
“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel,” kata IRGC dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip dari Al Jazeera.
IRGC mengeklaim, pihaknya berada pada tahap akhir persiapan operasional untuk "tatanan baru" di Selat Hormuz.
Baca juga: Dapat Izin Iran, 15 Kapal Lewati Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir
Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah komite parlemen Iran menyetujui rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit pada kapal yang melewati jalur perairan utama tersebut.
Menurut laporan media Iran, proposal tersebut mencakup biaya transit yang harus dibayar dalam mata uang nasional Iran.
Selain itu, ada larangan transit untuk AS dan Israel, serta pembatasan terhadap negara-negara yang berpartisipasi dalam sanksi sepihak terhadap Iran.
Rencana tersebut juga mencakup ketentuan terkait kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, kewenangan angkatan bersenjatanya, keamanan maritim, isu lingkungan, dan kerja sama hukum dengan Oman.
Baca juga: Mengapa Serangan PLTN Bushehr Iran Bisa Jadi Bencana bagi Negara Teluk?
15 kapal lewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir
Perahu berlayar di perairan Selat Hormuz dari arah Khasab di Oman, Semenanjung Musandam, 25 Juni 2025.
Diketahui, Sebanyak 15 kapal berhasil melewati Selat Hormuz selama 24 jam terakhir pada Minggu (5/4/2026).
Kantor berita semi-resmi Fars News Agency melaporkan, kapal-kapal melalui jalur perairan strategis setelah menerima izin dari pihak berwenang Iran.
Namn, tidak ada rincian mengenai negara mana saja yang kapalnya diizinkan melintas dalam periode waktu itu.
Kendati demikian, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih 90 persen lebih rendah dibandingkan sebelum perang.
Tag: #iran #akan #buka #selat #hormuz #jika #pendapatan #sudah #menutup #kerugian #akibat #perang