AS Disebut Larang Perusahaan Satelit untuk Rilis Gambar Perang di Iran
Citra satelit dari Planet Labs PBC memperlihatkan sisa kebakaran dari serangan Iran di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Iran menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah untuk membalas serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.(PLANET LABS PBC via AFP)
08:48
6 April 2026

AS Disebut Larang Perusahaan Satelit untuk Rilis Gambar Perang di Iran

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah meminta perusahaan pencitraan satelit komersial untuk berhenti merilis gambar perang Iran dan wilayah konflik di Timur Tengah.

Planet Labs, salah satu raksasa penyedia citra satelit yang berbasis di California, mengonfirmasi telah menghentikan visualisasi wilayah Iran tanpa batas waktu. 

Kebijakan ini menyusul permintaan langsung dari otoritas Washington kepada para penyedia teknologi ruang angkasa.

Penggunaan teknologi satelit untuk keperluan militer meliputi identifikasi target, panduan senjata, pelacakan rudal, dan komunikasi. 

Baca juga: Dapat Izin Iran, 15 Kapal Lewati Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir

Pentagon masih bungkam

Dikutip dari Reuters, beberapa spesialis ruang angkasa mengatakan, Iran dapat mengakses citra komersial, termasuk gambar yang diperoleh melalui musuh AS

Citra satelit juga membantu jurnalis dan akademisi yang mempelajari tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Planet Labs, yang mengoperasikan sejumlah besar satelit pencitraan Bumi dan menjual citra yang sering diperbarui kepada pemerintah, perusahaan, dan media, tidak menanggapi permintaan untuk komentar lebih lanjut.

Baca juga: Mengapa Serangan PLTN Bushehr Iran Bisa Jadi Bencana bagi Negara Teluk?

Pentagon menyatakan tidak berkomentar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan intelijen.

Planet Labs akan beralih ke distribusi gambar terkelola yang dianggap tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan. 

"Di bawah sistem baru ini, Planet Labs akan merilis citra berdasarkan kasus per kasus untuk kebutuhan mendesak, misi penting, atau untuk kepentingan publik," bunyi pernyataan Planet Labs kepada pelanggan.

"Ini adalah keadaan luar biasa dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk menyeimbangkan kebutuhan semua pemangku kepentingan kami," sambungnya.

Baca juga: Selamatkan Pilot F-15E, Operasi Navy SEAL AS di Jantung Iran Diklaim Paling Berani

Respons perusahaan satelit lain

Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).VANTOR via AFP Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).

Salah satu penyedia komersial, Vantor yang sebelumnya bernama Maxar Technologies, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak dihubungi oleh pemerintah AS. 

Vantor selama bertahun-tahun telah mencadangkan hak untuk menerapkan kontrol akses yang lebih ketat selama masa konflik geopolitik.

Saat ini, meraka juga telah menerapkannya untuk beberapa wilayah di Timur Tengah.

"Kontrol tersebut dapat mencakup pembatasan terhadap siapa yang dapat meminta gambar baru atau membeli gambar yang sudah ada dari wilayah tempat militer AS dan sekutunya aktif beroperasi, serta area yang aktif menjadi sasaran musuh, kata juru bicara perusahaan.

Salah satu penyedia komersial lain yang dihubungi oleh Reuters adalah BlackSky Technology, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tag:  #disebut #larang #perusahaan #satelit #untuk #rilis #gambar #perang #iran

KOMENTAR