Iran Serang Sektor Air dan Energi Teluk, UEA-Bahrain-Kuwait Kena
- Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi penting di kawasan Teluk pada Minggu (5/4/2026).
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan di fasilitas sipil di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait.
Negara-negara Teluk menghadapi serangan drone dan rudal berulang kali dari Iran selama beberapa minggu terakhir.
Ini merupakan respons Iran atas tuduhannya kepada negara-negara tetangga tersebut yang mengizinkan pasukan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang dari wilayah mereka.
Baca juga: Cara AS Temukan Kru F-15 yang Hilang di Iran, Andalkan CIA dan Unit Khusus
Dilansir dari SCMP, Minggu (5/4/2026), perusahaan minyak nasional Bahrain, Bapco Energies, mengatakan bahwa sebuah tangki minyak di salah satu fasilitas penyimpanannya terbakar setelah serangan Iran.
Kini api telah dipadamkan dan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Sementara itu, pihak berwenang tengah mengkalkulasi nilai kerusakan.
Sementara itu, Kuwait juga melaporkan bahwa serangan drone Iran menyebabkan kerusakan serius pada kompleks pemerintahan ibu kota.
Baca juga: Iran Izinkan Kapal-kapal Irak Melewati Selat Hormuz, Bagaimana dengan Indonesia?
Asap membubung dari Pelabuhan Zayed setelah serangan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran, memicu respons Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.Kementerian Listrik dan Air Kuwait mengatakan, dua pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air Kuwait rusak akibat serangan drone dari Iran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang signifikan dan penutupan dua unit pembangkit listrik.
Menurut laporan Al Jazeera, Minggu (5/4/2026), kebakaran telah terjadi di Kompleks Sektor Minyak Shuwaikh menyusul serangan drone Iran.
Baca juga: Apakah Perang Iran vs Israel-AS Bisa Jadi Pintu Menuju Perang Dunia Ketiga?
Sebelumnya, Uni Emirat Arab (UEA) juga mengatakan bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut saat ini sedang menghadapi ancaman rudal.
Pihak berwenang di Abu Dhabi pada Minggu (5/5/2026), mengatakan mereka sedang berupaya memadamkan kebakaran di sebuah pabrik petrokimia di Kota Industri Ruwais di pantai barat laut UEA.
“Pihak berwenang sedang menanggapi beberapa kebakaran di pabrik petrokimia Borouge, yang disebabkan oleh puing-puing yang berjatuhan setelah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara,” kata kantor media wilayah Teluk tersebut.
Tag: #iran #serang #sektor #energi #teluk #bahrain #kuwait #kena