AS Prediksi Perang Iran Rampung Paling Lama 4 Pekan Lagi
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran diperkirakan akan selesai dalam hitungan pekan.
Rubio menegaskan bahwa Washington tidak menginginkan adanya konflik yang berlarut-larut di kawasan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Rubio dalam diskusi tertutup dengan para menteri luar negeri G7 di Perancis.
Baca juga: Kesabaran Arab Saudi Menipis, Akankah Ikut Perang Lawan Iran?
Rubio mengungkapkan ekspektasinya bahwa perang ini akan berlangsung selama dua hingga empat minggu ke depan alias sebulan.
Kabar mengenai prediksi Rubio itu sendiri disampaikan oleh sumber yang terlibat dalam pertemuan tersebut, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Jumat (27/3/2026).
Pernyataan Rubio muncul di tengah persiapan pemerintahan Donald Trump untuk menghadapi konfrontasi yang kemungkinan lebih panjang.
Saat ini, Pentagon tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan tambahan 10.000 pasukan darat dan kendaraan lapis baja ke Timur Tengah.
Baca juga: Perang Iran Alihkan Perhatian Dunia, Bagaimana Nasib Ukraina?
Pasukan tambahan ini akan bergabung dengan sekitar 5.000 personel Marinir dan ribuan pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang telah lebih dulu diperintahkan menuju wilayah tersebut.
Meski ada mobilisasi besar-besaran, Rubio optimistis AS dapat mencapai target militer di Iran tanpa harus melibatkan pasukan darat secara langsung.
"Pengerahan tersebut dimaksudkan untuk memberikan presiden pilihan maksimal dan kesempatan maksimal untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kemungkinan yang terjadi," ujar Rubio kepada wartawan setelah pertemuan G7 di Prancis, Jumat (27/3/2026).
Upaya diplomasi
Di tengah ancaman militer, jalur diplomasi dilaporkan masih terbuka. Utusan utama AS untuk Iran, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menemui pejabat Iran pekan ini.
"Kami sedang bernegosiasi. Sudah jelas, beberapa kapal mulai melintas," ujar Witkoff dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh dana investasi Arab Saudi.
Baca juga: 4 Alasan Kenapa Iran di Atas Angin jika Nego dengan AS Sekarang
"Kami pikir akan ada pertemuan minggu ini. Kami tentu sangat mengharapkannya," sambungnya.
Witkoff menjelaskan bahwa AS telah mengajukan kesepakatan 15 poin kepada Iran.
Syarat utama dalam dokumen di antaranya adalah penghentian total pengayaan uranium, penyerahan hampir 10.000 kilogram material nuklir yang telah diperkaya, dan kesediaan Iran untuk berada di bawah pengawasan internasional.
Witkoff menegaskan bahwa poin-poin tersebut adalah "garis merah" yang tidak bisa ditawar oleh AS.
"Kita tidak boleh membiarkan munculnya 'Korea Utara kedua' di Timur Tengah. Hal itu akan sangat mendestabilisasi kawasan tersebut dan juga dunia," papar Witkoff.
Baca juga: Turuti Pakistan, Israel Hapus Menlu dan Ketua Parlemen Iran dari Daftar Target
Tag: #prediksi #perang #iran #rampung #paling #lama #pekan #lagi