Ilmuwan China Klaim Temukan Kelemahan Pesawat Pengebom B-21 Raider AS
Amerika Serikat (AS) meluncurkan pesawat tempur B-21 Raider, pembom strategis berteknologi tinggi terbaru yang mampu membawa muatan nuklir dan dapat diterbangkan tanpa awak.(US AIR FORCE via TWITTER)
13:06
23 Maret 2026

Ilmuwan China Klaim Temukan Kelemahan Pesawat Pengebom B-21 Raider AS

- Para peneliti kedirgantaraan China mengeklaim telah mengidentifikasi titik lemah pada desain sayap terbang pesawat pengebom siluman terbaru Amerika Serikat, B-21 Raider.

Menggunakan perangkat lunak simulasi canggih, tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Aerodinamika China menemukan potensi masalah pada aspek aerodinamis dan stabilitas pesawat generasi keenam milik Angkatan Udara AS tersebut.

Dikutip dari Wion, studi ini dilakukan dengan memanfaatkan data desain yang tersedia untuk umum serta citra dari sumber terbuka. 

Baca juga: Jet Tempur F-35 AS Diduga Dirusak Iran Saat Mengudara, Terpaksa Mendarat Darurat

Para peneliti kemudian membangun model digital yang meniru karakteristik penerbangan pesawat pengebom tersebut untuk diuji melalui perangkat lunak simulasi PADJ-X.

Simulasi itu juga diduga membantu mereka menyarankan kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan pada konfigurasi aerodinamis B-21. 

Jika benar, ini menunjukkan bahwa perangkat lunak PADJ-X mampu menggunakan informasi yang diberikan untuk menganalisis desain pesawat militer yang kompleks.

Baca juga: Iran Klaim Tembak Jet Tempur Musuh Lagi, F-16 Israel Berasap di Langit

Pesawat pengebom strategis tercanggih AS

Pesawat Northrop Grumman B-21 Raider masih dalam pengembangan dan disebut-sebut sebagai pesawat pengebom strategis tercanggih. 

Pesawat ini diharapkan akan menjadi tulang punggung triad nuklir masa depan Angkatan Udara AS. 

B-21 mewakili lompatan besar dalam teknologi "siluman" dan rekayasa digital. Pesawat ini dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara modern yang paling canggih. 

Pesawat ini akan tetap hampir tidak terlihat oleh spektrum frekuensi radar yang luas. 

Yang membuatnya istimewa adalah "otaknya". B-21 menggunakan arsitektur terbuka yang memungkinkan pembaruan perangkat lunak cepat, yang dapat dilakukan dalam hitungan minggu. 

Pesawat ini dapat ditingkatkan untuk melawan ancaman baru tanpa memerlukan desain ulang perangkat keras secara keseluruhan. B-21 Raider akan menggantikan B-2 dan B-1B Lancer.

Baca juga: Jet Tempur F-35 AS Diduga Dirusak Iran Saat Mengudara, Terpaksa Mendarat Darurat

Ada cacat pada pesawat B-21 Raider

Namun, para peneliti China telah menemukan kekurangan berdasarkan informasi yang tersedia untuk umum. 

Mereka memodelkan perilaku aerodinamis B-21 menggunakan perangkat lunak yang membantu para insinyur menganalisis kinerja pesawat. 

Mereka menggunakan simulasi digital dengan akurasi tinggi dan pemodelan teoretis berdasarkan citra sumber terbuka. 

Para peneliti berfokus pada beberapa dimensi teknik yang kritis. 

Baca juga: Iran Gempur Pangkalan AS di Arab Saudi yang Tampung Jet Tempur F-35 dan F-16

Studi ini menilai dinamika aliran udara yang unik untuk profil sayap terbangnya, mengevaluasi bagaimana badan pesawat mempertahankan keseimbangan di berbagai rezim penerbangan, dan menganalisis efisiensi aerodinamis secara keseluruhan. 

Para peneliti berpendapat, masih ada ruang untuk perbaikan dan beberapa perubahan pada konfigurasi pesawat dapat meningkatkan kinerjanya.

Kendati demikian, apa yang dilakukan para ilmuwan China ini cukup umum. 

Negara-negara secara rutin menganalisis pesawat saingan untuk memperkirakan kinerja dan mengidentifikasi kelemahan mereka. 

Penting untuk dicatat bahwa konfigurasi aerodinamis B-21 yang tepat dan detail lainnya tetap sangat dirahasiakan.

Tag:  #ilmuwan #china #klaim #temukan #kelemahan #pesawat #pengebom #raider

KOMENTAR