Misteri Keberadaan Mojtaba Khamenei, Dicari CIA dan Mossad
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi baru Iran, tapi belum muncul ke hadapan publik hingga saat ini.(KHAMENEI.IR via AFP)
11:00
23 Maret 2026

Misteri Keberadaan Mojtaba Khamenei, Dicari CIA dan Mossad

Keberadaan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi misteri sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Ia tak pernah terlihat di publik, bahkan suaranya pun tak terdengar, memicu spekulasi luas soal kondisi dan perannya dalam pemerintahan.

Situasi ini membuat badan intelijen seperti CIA dan Mossad berupaya mencari petunjuk terkait keberadaan dan kendali kekuasaannya.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Jadi Buron AS, Imbalan Rp 168 M Disiapkan

Misteri keberadaan Mojtaba Khamenei

Sejak serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran. Namun, sejak saat itu, ia tidak pernah muncul di hadapan publik.

Ia hanya mengeluarkan dua pernyataan tertulis tanpa rekaman suara atau video hasil kecerdasan buatan (AI).

Meski demikian, intelijen Amerika dan Israel meyakini Mojtaba masih hidup. Hal ini didasarkan pada indikasi bahwa pejabat Iran berusaha mengatur pertemuan langsung dengannya.

Intelijen AS dan Israel cari petunjuk

Menurut laporan Axios yang mengutip pejabat AS dan Israel, CIA, Mossad, dan badan intelijen lainnya tengah menyelidiki keberadaan, kondisi, serta peran Mojtaba dalam perang.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan, “Kami tidak memiliki bukti bahwa dia benar-benar yang memberi perintah.”

Pejabat AS juga mengungkapkan kebingungan yang mendalam. “Ini sangat aneh. Kami tidak berpikir Iran akan bersusah payah memilih orang yang sudah meninggal sebagai pemimpin tertinggi, tetapi pada saat yang sama, kami tidak punya bukti bahwa dia benar-benar memegang kendali,” ujarnya.

Dugaan terluka

Ada dugaan bahwa Mojtaba Khamenei mengalami luka dalam serangan awal yang menewaskan ayahnya. Bahkan, pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump menilai kondisi tersebut memengaruhi kemampuannya memimpin.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan, “Iran memiliki banyak kamera dan perekam suara. Mengapa hanya pernyataan tertulis? Saya pikir Anda tahu alasannya.”

Baca juga: Iran Bantah Rumor Mojtaba Khamenei Dirawat di Rusia: Pemimpin Kami Tak Pernah Sembunyi

Ia menambahkan, “Pemimpin baru yang disebut-sebut itu terluka dan kemungkinan mengalami cacat.”

Ketidakhadiran Mojtaba dalam perayaan Nowruz—yang biasanya diisi pidato pemimpin tertinggi—semakin memperkuat spekulasi. Alih-alih tampil, Mojtba hanya mengirim pernyataan tertulis dan beberapa foto yang dirilis, tanpa kejelasan waktu pengambilannya.

IRGC disebut lebih berkuasa

Presiden Iran Hassan Rouhani (tengah) dan pejabat tinggi militer lainnya saat menyaksikan Garda Revolusi Iran (IRGC) baris-berbaris dalam parade tahunan yang menandai pecahnya negara dengan Irak, di Teheran, 22 September 2019.KANTOR KEPRESIDENAN IRAN via AFP Presiden Iran Hassan Rouhani (tengah) dan pejabat tinggi militer lainnya saat menyaksikan Garda Revolusi Iran (IRGC) baris-berbaris dalam parade tahunan yang menandai pecahnya negara dengan Irak, di Teheran, 22 September 2019.

Di tengah ketidakjelasan ini, muncul dugaan bahwa kekuasaan sebenarnya berada di tangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Sumber yang dikutip The Jerusalem Post menyebut, “Skenario yang lebih mungkin adalah Garda Revolusi yang mengendalikan dia, bukan sebaliknya.”

Hal ini memperkuat dugaan bahwa Mojtaba Khamenei mungkin hanya simbol, sementara kendali operasional negara berada di tangan militer elite Iran.

Perang masih memanas

Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memasuki hari ke-24. Serangan awal pada 28 Februari menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran dan memicu eskalasi besar di kawasan.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke berbagai target, termasuk pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah dan kapal-kapal di Selat Hormuz.

Iran menegaskan, tidak akan melakukan gencatan senjata, sementara Presiden AS Donald Trump beberapa kali mengeklaim kemenangan dan menyatakan akan segera mengakhiri perang.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Diduga Dibawa ke Rusia untuk Perawatan Medis, Dibantu Putin

Tag:  #misteri #keberadaan #mojtaba #khamenei #dicari #mossad

KOMENTAR