Kartel Meksiko Membara, Piala Dunia dalam Bahaya
Papan hitung mundur Piala Dunia 2026 dipasang di depan Gereja Katedral Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Senin (23/2/2026). Gelaran Piala Dunia tinggal menghitung bulan, tetapi kondisi Meksiko ricuh dilanda pertempuran kartel melawan aparat.(AFP/ULISES RUIZ)
16:30
24 Februari 2026

Kartel Meksiko Membara, Piala Dunia dalam Bahaya

- Gelombang kekerasan kartel narkoba yang pecah di Meksiko memicu kekhawatiran terhadap kesiapan negara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.

Para ahli menilai, eskalasi konflik yang dipicu tewasnya pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes atau El Mencho, berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di sejumlah kota penyelenggara.

CJNG, salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko, terlibat baku tembak dengan militer, memblokade jalan, serta membakar kendaraan sebagai respons atas operasi militer yang menewaskan El Mencho.

Baca juga: Meksiko Ricuh Besar Usai Bos Kartel Tewas, Masih Layakkah Gelar Piala Dunia?

Kerusuhan kali pertama pecah di Negara Bagian Jalisco, wilayah tengah-barat Meksiko, yang kemudian menetapkan status siaga merah.

Situasi tersebut meluas ke puluhan wilayah lain, dengan beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan pria bersenjata berpatroli di jalanan serta asap membubung di sejumlah kota.

Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 25 anggota Garda Nasional dilaporkan tewas.

Kaitan kartel dengan Piala Dunia

Foto buron paling dicari di Meksiko, yaitu bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera. El Mencho tewas dalam penggerebekan di Jalisco pada Minggu (22/2/2026).DEPARTEMEN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT Foto buron paling dicari di Meksiko, yaitu bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera. El Mencho tewas dalam penggerebekan di Jalisco pada Minggu (22/2/2026).Guadalajara, ibu kota Jalisco dengan populasi lebih dari satu juta jiwa, dijadwalkan menggelar empat laga Piala Dunia.

Mexico City akan menjadi tuan rumah lima laga, sedangkan Monterrey kebagian empat pertandingan.

“Kalau Anda menekan kartel, akan ada perlawanan—bahayanya adalah situasi keamanan bisa menjadi sangat sulit dikendalikan,” ujar Javier Eskauriatza, asisten profesor hukum pidana di Universitas Nottingham, dikutip dari BBC pada Selasa (24/2/2026).

Ia menilai, kekosongan kekuasaan pascakematian El Mencho dapat memicu periode ketidakstabilan baru karena faksi-faksi internal maupun kelompok pesaing berupaya mengambil alih kendali.

Meski demikian, Eskauriatza menyebut kartel memiliki kepentingan ekonomi agar turnamen berlangsung aman.

“Secara umum, kartel memiliki kepentingan ekonomi untuk memastikan Piala Dunia berjalan damai,” katanya.

“Ya, mereka menyuap politisi dan kepolisian setempat, tetapi mereka juga membeli restoran dan memiliki hotel. Mereka bagian dari sistem ekonomi.”

“Akan menguntungkan bagi mereka jika warga Inggris, Amerika, dan lainnya datang ke Meksiko, menghabiskan uang, dan bersenang-senang,” lanjutnya.

Baca juga: Gegara Kekasih, Bos Kartel Meksiko El Mencho Terlacak dan Berakhir Tewas

Petugas memadamkan api di truk yang dibakar kelompok kriminal sebagai balasan tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di salah satu jalan utama di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).AFP/ULISES RUIZ Petugas memadamkan api di truk yang dibakar kelompok kriminal sebagai balasan tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di salah satu jalan utama di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).BBC Sport telah menghubungi FIFA untuk meminta tanggapan terkait situasi tersebut.

CJNG diperkirakan memiliki kekayaan lebih dari Rp 227 triliun dan beranggotakan puluhan ribu orang.

Sejak berdiri pada 2009, kartel ini dikaitkan dengan berbagai pembantaian, penculikan, serta pembunuhan politisi.

Di sisi lain, sejumlah tokoh kartel tetap memiliki dukungan di tingkat lokal karena memberikan pembiayaan untuk infrastruktur dan fasilitas masyarakat.

“Tanggapan dari CJNG dalam beberapa hal merupakan bagian dari aturan main—jika pemimpin ditangkap, harus merespons, jika tidak akan terlihat lemah,” kata Eskauriatza.

“Mereka bukan orang bodoh—mereka tahu media sosial akan merekam dan menyebarkan video-video ini. Mereka memastikan responsnya terlihat berskala nasional.”

Bangkai truk yang dibakar dalam kerusuhan setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di jalan tol dekat Acatlan de Juarez, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).AFP/ULISES RUIZ Bangkai truk yang dibakar dalam kerusuhan setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di jalan tol dekat Acatlan de Juarez, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).Pemerintah Amerika Serikat mengimbau warganya di Jalisco untuk tetap berada di dalam ruangan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kanada, yang juga menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia, membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta.

Data aplikasi pelacakan penerbangan menunjukkan sejumlah pesawat kembali ke bandara asal di berbagai negara.

“Terkait wisatawan, saya akan mengatakan ada risiko moderat,” ujar Karina Garcia-Reyes, dosen senior kriminologi di UWE Bristol.

“Jika tidak ada operasi militer tambahan pekan ini, saya memperkirakan otoritas di wilayah terdampak dapat mengelola risiko tersebut, sehingga secara umum wisatawan akan aman selama mengikuti arahan pihak berwenang,” tambahnya.

Baca juga: Satgas Militer AS di Balik Tewasnya El Mencho, Bos Kartel Paling Diburu di Meksiko

Risiko keamanan Piala Dunia

Aparat keamanan berjaga di dekat bus yang terbakar setelah bentrok antara pasukan pemerintah dengan kartel narkoba setelah tewasnya bos kartel Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).AFP/ULISES RUIZ Aparat keamanan berjaga di dekat bus yang terbakar setelah bentrok antara pasukan pemerintah dengan kartel narkoba setelah tewasnya bos kartel Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).Perencanaan keamanan Piala Dunia sebelumnya juga mendapat sorotan menyusul pengerahan petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) ke kota-kota besar di Amerika Serikat oleh Presiden Donald Trump.

Kebijakan tersebut disebut memicu ketegangan, termasuk pembunuhan dua warga AS oleh agen federal dan gelombang protes.

Bulan lalu, asosiasi Football Supporters Europe menyatakan, “Sangat prihatin dengan militerisasi pasukan polisi yang sedang berlangsung di AS”.

Kini perhatian beralih ke Meksiko dan kemampuannya menjamin keselamatan suporter internasional.

Empat pertandingan liga domestik—dua dari divisi teratas dan dua dari divisi kedua—ditunda pada Minggu akibat situasi keamanan.

Baca juga: Bos Kartel Meksiko Tewas, Kota Tuan Rumah Piala Dunia Ricuh, Laga Sepak Bola Ditunda

Bangkai mobil dan truk sisa kerusuhan setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di jalam tol dekat Acatlan de Juarez, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).AFP/ULISES RUIZ Bangkai mobil dan truk sisa kerusuhan setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di jalam tol dekat Acatlan de Juarez, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).“Masyarakat Meksiko berharap ini hanya aksi pembalasan satu kali dan setelah kartel menata ulang organisasinya, situasi akan mereda,” kata Monica Serrano Carreto, profesor hubungan internasional di El Colegio de Mexico.

“Namun, ada risiko periode ketidakstabilan baru, ketidakpastian, dan kekerasan berlanjut,” ujarnya.

Ia menambahkan, persenjataan kartel yang canggih membuat konfrontasi bergaya militer sulit dihindari.

“Kita telah melihat sebelumnya bahwa mereka bahkan memiliki senjata yang mampu menembak jatuh helikopter,” katanya.

“Saya pikir ini sudah berdampak pada cara orang memandang perjalanan ke Meksiko karena gambar-gambar tersebut menjadi berita utama di seluruh dunia.”

Tekanan politik terhadap Meksiko untuk menindak kartel meningkat dalam setahun terakhir.

“Respons ini bukan hal yang unik, tetapi sangat serius dan berskala besar,” ujar Jon Benjamin, Duta Besar Inggris untuk Meksiko periode 2021–2024.

“Presiden Trump telah menetapkan kartel sebagai organisasi teroris dan Meksiko telah mengekstradisi puluhan tokoh kartel. Faktor Trump sangat penting dalam apa yang sedang terjadi,” katanya.

Baca juga: El Mencho Tewas, Kartel Beregenerasi, Siklus Berdarah yang Sulit Diputus di Meksiko

Tag:  #kartel #meksiko #membara #piala #dunia #dalam #bahaya

KOMENTAR