Putri Kim Jong UN Disebut Jadi Dirjen Rudal Korut, Kendalikan Militer di Usia Muda
- Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan melaporkan temuan terkait dinamika kekuasaan di Korea Utara.
Putri pemimpin tertinggi Kim Jong Un, yang selama ini dikenal sebagai Kim Ju Ae, dikabarkan telah memegang jabatan strategis sebagai Direktur Jenderal Rudal Korea Utara.
Jabatan ini memberikan pengaruh besar bagi remaja yang diperkirakan berusia 16 tahun tersebut untuk memegang kendali awal atas militer Pyongyang.
Baca juga: Sinyal Kuat Pyongyang, Kim Ju Ae Jadi Ahli Waris Takhta Korut
Dikutip dari Chosun, meski posisi Direktur Jenderal Rudal secara resmi masih dijabat oleh Jang Chang-ha, laporan intelijen yang disampaikan kepada Komite Intelijen Majelis Nasional Korea Selatan menunjukkan peran Ju Ae yang jauh lebih dominan.
Kim Ju Ae dilaporkan telah menerima laporan langsung dari para jenderal militer dan mengeluarkan arahan-arahan strategis.
"Ini adalah tahap penunjukan sebagai penerus. Telah terdeteksi keadaan di mana (putrinya) memberikan pendapat tentang beberapa kebijakan," kata NIS.
Baca juga: Kim Jong Un Terpilih Pimpin Partai Buruh Korea Utara, Pejabat Puas Pertahanan Negara
Nama asli Kim Ju Ae
Selain jabatan militernya, laporan tersebut juga mengungkap tabir seputar identitas sang putri.
Muncul dugaan kuat bahwa nama aslinya adalah Kim Ju Hae, bukan Kim Ju Ae seperti yang dikenal publik selama ini.
Pemerintah Korea Utara sendiri sangat tertutup mengenai identitas anak-anak Kim Jong Un.
Media Korea Utara pertama kali secara resmi mengonfirmasi keberadaan putri tersebut pada November 2022 dan menyebutnya sebagai anak kesayangan saat mendampingi Kim Jong Un pada peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) tipe "Hwasong-17".
Namun, mereka tidak pernah melaporkan namanya sejak saat itu.
Baca juga: Kim Jong Un Gelar Rapat Tak Biasa, Pertama dalam 5 Tahun
Nama "Ju Ae" pertama kali terungkap pada 2013 oleh Dennis Rodman, mantan pemain NBA yang mengunjungi Korea Utara atas undangan Kim Jong Un, selama wawancara media Inggris.
“Saya menggendong putri Kim Jong Un, Ju Ae,” ujarnya.
Mantan Kuasa Usaha di Kedutaan Besar Korea Utara di Kuwait yang membelot pada 2019, Ryu Hyun-woo bersaksi bahwa Kim Jong Un menamainya “Ju Ae” (yang berarti cinta utama).
Pemberian nama ini untuk mengungkapkan keinginannya agar ia menjadi putri tercinta yang disayangi banyak orang.
Hal ini disebut disampaikan langsung kepada ayah mertua Ryu, Jeon Il-chun, mantan direktur Kantor 39, yang mengelola dana gelap keluarga Kim.
Namun, muncul juga klaim bahwa nama putri Kim adalah “Ju Ye” atau “Ju Hye”.
Baca juga: Diyakini Jadi Penerus Takhta Korea Utara, Siapa Kim Ju Ae?
Pola pergantian nama penerus Korut
Foto yang diambil pada Selasa (24/6/2025) dan dirilis oleh media resmi Korea Utara KCNA pada tanggal Kamis (26/6/2025) ini memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan putrinya Kim Ju Ae sedang mengunjungi kawasan wisata pesisir Wonsan Kalma di Provinsi Kangwon, Korea Utara.
Ada kemungkinan Kim mengganti nama putrinya setelah ditunjuk sebagai penerus.
Nama Kim Jong Un sendiri awalnya dikenal sebagai “Kim Jong Woon” berdasarkan kesaksian dari tokoh-tokoh seperti Fujiwara Kenzo, koki Kim Jong-il, tetapi kemudian dikonfirmasi sebagai “Kim Jong Un”.
Ada teori bahwa dia mengganti namanya dari “Jong Woon” yang berarti “awan” menjadi “Jong Un” yang berarti “rahmat” pada 2009 ketika dia ditunjuk sebagai penerus.
Namanya juga tetap tidak dilaporkan hingga September 2010, ketika ia menerima gelar Jenderal Tentara Rakyat sebagai penerus resmi.
Tag: #putri #jong #disebut #jadi #dirjen #rudal #korut #kendalikan #militer #usia #muda