Media Iran Sebut AS Cabut Sanksi Minyak Selama Periode Negosiasi
- Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah menyetujui dalam proposal terbarunya untuk sementara waktu mencabut sanksi terhadap sektor minyak Iran selama periode negosiasi.
Dilaporkan media Iran, Tasnim, Senin (18/5/2026), menurut sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, dokumen terbaru Washington berbeda dari proposal sebelumnya.
Sebab, mereka menerima penangguhan sementara sanksi terkait minyak di tengah pembicaraan yang terus berlanjut.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran: Segera Bertindak atau Tak Akan Ada Lagi yang Tersisa
Sumber tersebut mengatakan bahwa Iran bersikeras pencabutan penuh semua sanksi harus menjadi bagian dari komitmen akhir AS.
Sementara pihak Washington telah mengusulkan pengecualian sementara oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) hingga tercapai kesepahaman akhir.
Dilansir media AS Axios, pejabat AS mengatakan bahwa pencabutan sanksi tidak akan terjadi "secara cuma-cuma" tanpa tindakan timbal balik dari Iran.
Baca juga: Iran Terima Pesan AS soal Kelanjutan Negosiasi, Terbuka pada Bantuan China
Iran menyerahkan revisi proposal melalui Pakistan
Tasnim juga melaporkan bahwa Iran menyerahkan teks revisi 14 poin kepada pihak AS melalui mediator Pakistan.
Menurut sumber tersebut, AS baru-baru ini mengirimkan tanggapan terhadap proposal Iran sebelumnya yang terdiri dari 14 poin.
Setelah itu Teheran menanggapi dengan merevisi teksnya sendiri dan mengirimkannya kembali melalui saluran mediasi yang sama.
Baca juga: Presiden Iran Mengaku Negaranya Alami Kerugian Akibat Perang dengan AS
Pakistan kemudian menyampaikan proposal Iran yang telah diperbarui kepada pihak Amerika, menurut laporan tersebut.
Dokumen terbaru Iran disebut berfokus pada negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan pada apa yang digambarkan Teheran sebagai langkah-langkah membangun kepercayaan oleh pihak AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pada Senin pagi bahwa pembicaraan dengan Washington masih berlangsung melalui mediasi Pakistan.
Baca juga: Iran Serang Kelompok Penyelundup Senjata yang Didukung AS dan Israel
Tuntutan AS berlebihan
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.
Dikutip dari CBS News, Senin (18/5/2026), media Iran itu mengutip sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi, yang mengatakan bahwa, meskipun ada beberapa penyesuaian dalam draf AS, "perbedaan mendasar tetap ada, yang berasal dari tuntutan Amerika yang berlebihan dan kurangnya realistis."
Sumber tersebut menyebut tuntutan AS adalah agar Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran bahwa Waktu Terus Berjalan di Tengah Negosiasi yang Buntu
Juga ingin membatasi secara ketat program nuklirnya sebagai "dalih politik semata dan bertentangan dengan hak-hak rakyat Iran.
"Amerika harus memahami bahwa Iran tidak akan pernah menerima pengakhiran perang sebagai imbalan atas komitmen nuklir," kata sumber tersebut.
Sambil menegaskan kembali pendirian Iran selama ini bahwa rezim tersebut tidak berniat membangun senjata nuklir.
Tag: #media #iran #sebut #cabut #sanksi #minyak #selama #periode #negosiasi