2 WNI Relawan GSF Lolos Dari Intersepsi Israel, 5 Tertangkap
Seorang pria mengangkat tangannya ketika sebuah kapal angkatan laut Israel mencegat Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza, dalam upaya mengirimkan bantuan, di laut pada 18 Mei 2026.(REUTERS via BBC INDONESIA)
07:32
19 Mei 2026

2 WNI Relawan GSF Lolos Dari Intersepsi Israel, 5 Tertangkap

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) berhasil lolos dari intersepsi tentara angkatan laut Israel (IOF).

Ia adalah Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu yang menaiki kapal Zepiro.

Dalam sambungan telepon video yang ditayangkan di konferensi pers Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Senin (18/5/2026) malam, Herman bercerita terkait manuver kapal Zepiro untuk menghindari intersepsi IOF.

Awalnya, puluhan kapal GSF diintai oleh drone dan kapal-kapal IOF di perairan internasional Mediterania.

Baca juga: Cerita WNI yang Lolos Dari Sergapan Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

"Ya, alhamdulillah kita dari semalam sudah siaga untuk terus memantau adanya kapal-kapal, ada drone ya," katanya.

Namun pagi hari, muncul dua kapal perang IOF yang menurunkan boat dan mendekati puluhan kapal GSF.

"Alhamdulillah tim kami ini, kapten, kru-nya ya dari tim luar biasa sangat berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran dari kejaran boat-boat IOF tadi," katanya.

Herman menyebut, mereka selamat tak semata-mata atas kemampuan tim, tetapi juga pertolongan Tuhan dan doa dari para pejuang kemanusiaan untuk Gaza, Palestina.

Baca juga: MUI: Tindakan Israel Tangkap Jurnalis Asal Indonesia Sangat Memalukan

"Dan tentu ini juga karena pertolongan Allah, doa dari seluruh saudara sekalian dan Indonesia di mana pun berada," ucapnya.

Saat ini, Herman dan Ronggo masih berada di perairan lepas Mediterania dan terpisah dengan rombongan GSF lainnya.

"Jadi kapal-kapal yang lain memang strateginya menyebar semuanya, meluas. Nanti kita akan kembali pada titik yang akan kita tuju," katanya.

Baca juga: Tragedi Global Sumud Flotilla: Ujian Hukum Internasional dan Batas Diplomasi Indonesia

Dia berharap pelayarannya menuju Gaza bisa tetap berlanjut untuk memberikan bantuan kemanusiaan warga Palestina.

"Jadi kalau kita tadi sampaikan arah Gaza adalah lurus, kita menuju ke kanan. Nah itu kondisi yang kami alami sekarang. Mudah-mudahan kita tetap bisa masuk sampai ke Gaza insyaAllah," katanya.

Dilansir dari instagram Global Peace Convoy Indonesia, dari Command Center Istanbul, influencer Chiki Fawzi mengabarkan ada lima WNI yang menjadi korban intersep Israel.

Pertama adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Joseph.

Baca juga: Jurnalis Republika Ditangkap Israel saat Ikut Misi Global Sumud Flotilla ke Gaza

Kemudian tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, dan Andre Prasetyo Nugroho.

Terakhir adalah jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal BoraLize.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang dalam pernyataannya mengungkapkan setidaknya ada 10 kapal Global Sumud Flotilla yang ditangkap oleh tentara Israel.

Seorang WNI yang berada di Kapal Josef, Andi Angga Prasadewa, saat ini yang baru bisa dikonfirmasikan telah ditangkap tentara Israel.

Baca juga: Cerita WNI yang Lolos Dari Sergapan Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” bunyi pernyataan Yvonne.

Tag:  #relawan #lolos #dari #intersepsi #israel #tertangkap

KOMENTAR