Pemerintah Iran Tuding AS Provokasi Kerusuhan
Ilustrasi bendera AS dan Iran. (Anadolu)
19:18
10 Januari 2026

Pemerintah Iran Tuding AS Provokasi Kerusuhan

Teheran menyalahkan Washington karena telah memicu aksi unjuk rasa dan mendorong terjadinya ketidakstabilan di negara tersebut, demikian disampaikan Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Dalam surat itu, Iravani menegaskan bahwa Iran mengecam “tindakan Amerika Serikat (AS) yang terus berlangsung, melanggar hukum, dan tidak bertanggung jawab, yang dilakukan bersama dengan rezim Israel, dalam mencampuri urusan dalam negeri Iran melalui ancaman, hasutan, serta dorongan yang disengaja terhadap ketidakstabilan dan kekerasan.”

Ia juga menyinggung perubahan aksi unjuk rasa damai di Iran menjadi kerusuhan disertai aksi vandalisme.

Unjuk rasa di Iran mulai terjadi pada akhir Desember seiring melemahnya mata uang setempat, rial Iran. Para pengunjuk rasa memprotes fluktuasi tajam nilai tukar dan dampaknya terhadap harga di tingkat grosir maupun eceran.

Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman terhadap otoritas Iran di tengah gelombang protes tersebut.

Pada Jumat (9/1), Trump mengatakan Washington akan turun tangan dan akan “memukul mereka sangat keras di titik yang paling menyakitkan” jika para pengunjuk rasa terbunuh dalam kerusuhan di Iran.

Sebelumnya pada hari yang sama, media Iran melaporkan terjadinya kerusakan pada properti milik warga dan negara di Teheran.

Wali Kota Teheran Alireza Zakani juga menyebut adanya serangan oleh peserta kerusuhan publik pada 8 Januari terhadap fasilitas aparat keamanan, pembakaran bus dan mobil pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap bank.

Sementara itu, televisi pemerintah melaporkan adanya korban dalam peristiwa tersebut, namun tidak merinci berasal dari pihak mana.

Pada Jumat malam, juru bicara Kepolisian Iran Saeed Montazer Al-Mahdi mengatakan bahwa situasi di seluruh Iran telah kembali kondusif, sehari setelah terjadinya kerusuhan publik secara meluas. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #pemerintah #iran #tuding #provokasi #kerusuhan

KOMENTAR