Benarkah Banyak Minum Air Putih Bantu Turunkan Kolesterol?
- Tingkat kolesterol di dalam tubuh merupakan indikator penting untuk menakar risiko penyakit jantung.
Berdasarkan panduan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kadar kolesterol total idealnya berada di bawah angka 200 mg/dL, kolesterol jahat (LDL) di bawah 100 mg/dL, dan trigliserida kurang dari 150 mg/dL.
Khusus untuk kolesterol baik (HDL), batas normal laki-laki di atas 40 mg/dL, sedangkan perempuan di atas 50 mg/dL lantaran adanya perlindungan alami dari hormon estrogen.
Mengingat bahaya fatal dari angka kolesterol yang melonjak, banyak orang berupaya keras mengendalikannya dan beralih pada metode alami.
Baca juga: 5 Minuman yang Bantu Turunkan Kolesterol saat Idul Adha
Banyak orang berusaha menurunkan kadar kolesterol dengan cara-cara alami, termasuk mitos bahwa memenuhi asupan cairan harian dapat mengurunkan kolesterol. Benarkah?
"Secara teknis, minum air putih tidak menurunkan kolesterol," kata ahli jantung preventif di Colorado, AS, Tracy Paeschke, M.D, melansir Prevention, Kamis (28/5/2026).
Penyebab kolesterol meningkat
Lonjakan kolesterol dipicu oleh beragam faktor kesehatan. Beberapa penyebab utamanya meliputi pola makan tinggi lemak jenuh, obesitas, penyakit ginjal atau liver kronis, diabetes, hipotiroidisme, lupus, atau henti napas saat tidur.
Bahkan, kondisi medis HIV/AIDS, konsumsi obat tertentu, atau adanya riwayat genetik keluarga juga sangat memengaruhi hal ini.
Baca juga: Asosiasi Dokter Jantung AS Rilis Panduan Baru Mengontrol Kolesterol
Air putih tidak berpengaruh secara langsung
Dari semua akar masalah tersebut, tidak ada satu pun yang secara langsung dipengaruhi oleh seberapa banyak asupan air putih setiap harinya.
"Hidrasi kemungkinan besar mendukung pengelolaan kolesterol, tetapi itu bukan obat," ujar ahli gizi Sapna Peruvemba, M.S., R.D.N.
Bukti penelitian menunjukkan bahwa tubuh yang kekurangan asupan cairan berisiko tinggi memicu gangguan kardiometabolik.
Sebaliknya, sejumlah riset memaparkan fakta bahwa konsumsi air putih dalam jumlah memadai dan rutin setiap hari mampu membantu menurunkan lipid darah secara perlahan.
Baca juga: Kolesterol Tinggi Turun Lewat Diet, Ahli Gizi Bagikan 4 Kebiasaan Sederhana Ini
Ilustrasi kolesterol. Seorang ahli gizi membuktikan bahwa menurunkan kolesterol bisa dilakukan dengan cara sederhana, yakni menambahkan serat ke setiap waktu makan tanpa diet ekstrem.
Penelitian dalam jurnal The Journal of Nutrition menyebut efek penurunan ini kemungkinan besar terjadi karena asupan cairan tinggi mendukung metabolisme kolesterol dan trigliserida.
Meskipun mekanisme pastinya belum terurai jelas, manfaat cukup air minum ini tidak bisa diabaikan begitu saja.
"Oleh karena itu, hidrasi harus dipandang sebagai strategi pelengkap di samping terapi yang sudah mapan seperti diet sehat, obat-obatan, dan olahraga, bukan pengobatan yang berdiri sendiri," tutur Peruvemba.
Baca juga: Cegah Serangan Jantung, Pengobatan Kolesterol Dianjurkan di Usia 30
Dampak hidrasi pada fungsi jantung
Walaupun tidak secara instan menghapus tumpukan kolesterol, hidrasi memegang kendali penting atas kesehatan jantung secara menyeluruh.
"Dehidrasi membuat jantung lebih sulit memompa darah ke seluruh tubuh," terang ahli gizi terdaftar untuk pencegahan kanker di Ladybug Nutrition, Jamie Baham, M.S., R.D.N., L.D.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal medis European Heart Journal turut menggarisbawahi bahwa menjaga pasokan cairan secara optimal sangatlah vital, terutama seiring bertambahnya usia.
Langkah preventif ini dinilai dapat memperlambat penurunan kinerja fungsi jantung dan menekan risiko gagal jantung di kemudian hari.
Baca juga: Konsumsi Daging Tinggi Lemak, Ini Cara Jaga Kesehatan Jantung Saat Idul Adha
Air putih membantu memaksimalkan pembuangan lemak
"Salah satu cara minum air membantu tubuh kita mempertahankan kadar kolesterol yang sehat adalah dengan membantu membuang kotoran dan empedu keluar dari tubuh," jelas Baham.
Saat kita mengonsumsi makanan kaya serat penurun kolesterol, keberadaan air menjadi kunci utama melancarkan pergerakan pencernaan dan usus. Cairan inilah yang memastikan tumpukan kolesterol dapat tersapu keluar bersama kotoran.
Tanpa cairan memadai, proses pembuangan di dalam usus akan terhambat dan memicu sembelit yang menyiksa.
Selain itu, semakin banyak kamu minum air putih, semakin kecil kemungkinan meneguk berbagai minuman manis.
Baca juga: Gagal Ginjal Kini Ancam Anak Muda, Menkes Soroti Kebiasaan Minum Manis
Berdasarkan hasil riset dalam The Journal of Nutrition, asupan minuman berpemanis sangat berkaitan erat dengan lonjakan angka trigliserida dan kolesterol jahat.
"Minuman manis menyebabkan lonjakan insulin, yang memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi lebih banyak kolesterol," paparPeruvemba.
Ia menambahkan, pemenuhan cairan secara rutin juga dapat mencegah tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai sinyal lapar.
Hal ini sangat efektif menekan godaan untuk menyantap hidangan berlemak, atau makanan manis atau olahan yang selama ini menjadi biang keladi naiknya angka kolesterol.
Baca juga: Minuman Manis Bisa Tingkatkan Risiko Fatty Liver, Ini Penelitiannya
Tag: #benarkah #banyak #minum #putih #bantu #turunkan #kolesterol