Apakah Asma Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasan Dokter Paru
Tanda-tanda asma untuk setiap penderita bisa berbeda, tetapi paling umum adalah sesak napas.(SHUTTERSTOCK)
20:06
7 Mei 2026

Apakah Asma Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasan Dokter Paru

- Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien yang baru terdiagnosis asma maupun masyarakat umum adalah mengenai kemungkinan apakah penyakit ini bisa disembuhkan secara total.

Banyak penderita yang berharap bisa terlepas dari kewajiban memakai obat-obatan dan memiliki kondisi paru-paru yang kembali normal.

Kenyataannya, asma memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan penyakit akibat infeksi bakteri atau virus.

Baca juga: Penggunaan Inhaler Asma Sebabkan Ketergantungan, Mitos atau Fakta?

"Penyakit asma itu tidak ada istilah sembuh ya. Tidak ada istilah sembuh. Yang ada adalah terkontrol," kata anggota Tim Ilmiah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Pusat Dr. dr. Susanthy Djajalaksana, Sp.P(K), FISR, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Memahami sifat dasar penyakit ini sangat penting agar kamu tidak keliru menentukan langkah pengobatan, serta bisa lebih fokus memprioritaskan pengendalian gejala agar tetap produktif beraktivitas.

Memahami karakteristik penyakit asma dan upaya pengendaliannya

Perbedaan istilah sembuh total dengan fase terkontrol

Dalam kesehariannya, banyak pasien yang merasa kebingungan ketika keluhan batuk dan sesak napasnya mendadak muncul kembali.

Padahal, mereka sempat merasa sangat bugar dan nyaman beraktivitas selama berbulan-bulan tanpa adanya keluhan sama sekali.

Masa-masa tanpa keluhan sesak napas dalam waktu lama tersebut sebenarnya menandakan bahwa asma kamu sedang berada dalam fase yang stabil.

Sel-sel radang yang menjadi penyebab utamanya tetap ada di dalam organ pernapasan, meskipun saat itu sedang tidak aktif memproduksi lendir secara berlebihan.

Terdapat perbedaan mendasar mengenai penyebutan kata sembuh jika membandingkan asma dengan penyakit pernapasan lainnya.

"Kalau istilah 'sembuh' itu kita gunakan pada misalnya penyakit infeksi yang kita tahu penyebabnya," ujar dr. Susanthy.

Baca juga: Anak Asma Perlu Hindari Cokelat dan MSG, Ini Penjelasan Dokter...

Sebagai perbandingan, penyakit Tuberkulosis (TBC) bisa dinyatakan sembuh total apabila kuman penyebabnya berhasil dibasmi dari dalam tubuh lewat pengobatan rutin.

Sebaliknya, tidak ada kuman atau patogen eksternal yang bisa dihilangkan selamanya dari saluran pernapasan pengidap asma.

Riwayat genetik dan bakat alergi keluarga sebagai pemicu munculnya asma

Selain menanyakan soal kesembuhan, asal-usul munculnya penyakit asma di dalam tubuh seseorang juga kerap memicu rasa penasaran.

Beberapa pasien merasa kebingungan saat tiba-tiba mengidap asma, padahal pola hidupnya dirasa biasa saja. Terkait hal ini, riwayat kesehatan keluarga ternyata memegang peranan yang cukup besar.

"Jadi memang untuk asma itu salah satunya ya, bisa diturunkan secara genetik," ungkap dr. Susanthy.

Bakat alergi atau atopi yang diwariskan oleh orangtua tidak selalu turun dalam wujud penyakit asma pada sang anak.

Riwayat alergi spesifik di dalam silsilah keluarga memang meningkatkan risiko kerentanan secara umum, tetapi wujud penyakit bawaan tersebut kelak bisa jadi sangat beragam dan tidak selalu menyerang paru-paru.

Oleh karena itu, jangan kaget jika asma bisa muncul meski orangtua tidak memiliki keluhan serupa di masa lalu.

"Sering kali ada yang diturunkan secara genetik tidak harus asma. Tidak harus. Orang tuanya mungkin alergi seperti eksim atau apa ya," tutur dr. Susanthy.

Mengenali derajat serangan asma untuk langkah penanganan yang tepat

Mengingat sifat dasarnya yang tidak bisa dihilangkan secara permanen dari dalam paru-paru, target utama pengobatan adalah mencegah kemungkinan kekambuhan.

Setiap pengidap asma dituntut untuk mengenali karakteristik tubuhnya secara mendetail agar bisa meminimalkan paparan pencetus serangan di lingkungan sekitar.

"Pada kondisi-kondisi tertentu mungkin mereka harus cepat melakukan tindakan bila asmanya kambuh," kata Ketua Umum Yayasan Asma Indonesia (YAI) dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS.

Pengetahuan mengenai obat pertolongan pertama dan kesadaran mengenai kapan tubuh membutuhkan intervensi medis, diperlukan oleh pasien maupun keluarga terdekat.

Baca juga: Mengenal Berbagai Pemicu Asma yang Tidak Diduga, Ini Kata Dokter

Jangan sampai pasien terlambat mendapat pertolongan karena meremehkan sesak napas yang dialaminya.

Pemahaman akan level keparahan serangan sangat membantu dalam proses penanganan sejak dini di rumah.

"Serangan ini ada tingkatannya, ringan, sedang, berat. Mudah-mudahan mereka ini dengan derajat ringan sudah bisa mengatasinya sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit," ujar dr. Rita.

Tag:  #apakah #asma #bisa #sembuh #total #penjelasan #dokter #paru

KOMENTAR