Song Min-ho Akui Idap Bipolar Disorder, Ini Gejala yang Sering Disalahpahami
Song Min Ho, anggota boyband WINNER. Kasus Song Min-ho membuat banyak orang kembali membahas bipolar disorder, kondisi kesehatan mental dengan perubahan emosi ekstrem yang sering disalahpahami.()
20:06
24 April 2026

Song Min-ho Akui Idap Bipolar Disorder, Ini Gejala yang Sering Disalahpahami

Kasus hukum yang menjerat Song Min-ho dari grup K-pop WINNER kembali menyorot isu kesehatan mental yang ia ungkapkan di persidangan.

Penyanyi tersebut mengaku mengalami gangguan bipolar dan gangguan panik, meski menegaskan hal itu bukan alasan atas kelalaiannya menjalankan tugas.

Melansir Antara (22/4/20), Min-ho dituntut 18 bulan penjara karena dinilai tidak memenuhi kewajiban sebagai petugas layanan sosial.

Untuk itu, kenali apa sebenarnya bipolar disorder dan bagaimana dampaknya pada kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Perbedaan Gangguan Bipolar dan Skizofrenia pada Anak, Ini Kata Pakar

Bipolar disorder bukan sekadar perubahan suasana hati

Melansir laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (8/9/2025), bipolar disorder adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati, energi, aktivitas, dan cara berpikir.

Kondisi ini ditandai perubahan suasana hati yang ekstrem, dari fase sangat berenergi (mania) hingga fase depresi yang dalam. WHO mencatat sekitar 1 dari 200 orang di dunia hidup dengan kondisi ini.

Perubahan tersebut dapat berdampak pada pekerjaan, hubungan sosial, hingga aktivitas harian.

Baca juga: Gangguan Bipolar dan Skizofrenia: Pentingkah Minum Obat?

Gejala bipolar disorder yang perlu dikenali

Ilustrasi bipolar. Kasus Song Min-ho membuat banyak orang kembali membahas bipolar disorder, kondisi kesehatan mental dengan perubahan emosi ekstrem yang sering disalahpahami.Ariya J Ilustrasi bipolar. Kasus Song Min-ho membuat banyak orang kembali membahas bipolar disorder, kondisi kesehatan mental dengan perubahan emosi ekstrem yang sering disalahpahami.

Melansir Mayo Clinic (14/8/2024), bipolar disorder memiliki dua fase utama dengan gejala yang berbeda.

  • Fase mania (emosi sangat tinggi):

    • Merasa sangat senang, berenergi, atau mudah marah
    • Berbicara cepat dan sulit fokus
    • Kebutuhan tidur berkurang
    • Perilaku impulsif seperti belanja berlebihan atau mengambil risiko
  • Fase depresi (emosi sangat rendah):

    • Merasa sedih, kosong, atau putus asa
    • Kehilangan minat pada aktivitas
    • Mudah lelah dan kurang energi
    • Sulit konsentrasi
    • Gangguan tidur dan perubahan nafsu makan

Gejala ini biasanya berlangsung hampir setiap hari dan dapat mengganggu fungsi hidup secara signifikan.

Baca juga: Studi: Asam Lemak Omega-3 Kurangi Risiko Gangguan Bipolar

Dampaknya luas dan sering tidak disadari

WHO menyebut bipolar disorder sebagai salah satu penyebab utama disabilitas secara global. Penderitanya dapat mengalami kesulitan dalam pekerjaan, hubungan sosial, hingga pendidikan.

Risiko lain yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Pangguan kecemasan
  • Penyalahgunaan alkohol atau zat terlarang
  • Peningkatan risiko bunuh diri

Stigma terhadap penderita juga membuat banyak kasus tidak terdiagnosis atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebabnya tidak tunggal dan bisa dipicu banyak faktor

Para ahli menyebut bipolar disorder tidak memiliki satu penyebab pasti. WHO menjelaskan beberapa faktor yang berperan, antara lain:

  • Faktor genetik atau keturunan
  • Kondisi biologis pada otak
  • Stres berat atau peristiwa hidup besar
  • Konsumsi alkohol atau zat tertentu

Setiap orang dapat memiliki pemicu yang berbeda.

Baca juga: Diet Keto Kurangi Gejala Bipolar dan Skizofrenia

Bisa dikelola dengan penanganan yang tepat

Bipolar disorder adalah kondisi jangka panjang, tetapi dapat dikendalikan. Penanganan biasanya melibatkan kombinasi:

  • Obat-obatan
  • Terapi psikologis
  • Perubahan gaya hidup

WHO juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan. Dengan perawatan yang konsisten, penderita tetap dapat menjalani hidup yang produktif.

Kesadaran publik jadi hal penting

Kasus Song Min-ho menunjukkan bahwa kesehatan mental masih menjadi isu yang kompleks.

Pengakuannya bahwa kondisi tersebut bukan alasan menjadi pengingat bahwa tanggung jawab tetap harus dijalankan. Di sisi lain, pemahaman publik penting agar penderita tidak mengalami stigma.

Baca juga: Tak Hanya Suasana Hati, Gangguan Bipolar juga Pengaruhi Kehidupan Seks

Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum mengenai bipolar disorder dan bukan merupakan diagnosis medis.

Jika mengalami gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan mental, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis atau profesional kesehatan mental.

Tag:  #song #akui #idap #bipolar #disorder #gejala #yang #sering #disalahpahami

KOMENTAR