Aktivitas Pasif Saat Duduk Berkaitan dengan Risiko Demensia, Ini Penjelasannya
Ilustrasi kebiasaan bermain hp setelah bangun tidur. Studi terbaru menunjukkan, aktivitas pasif seperti menonton tanpa interaksi dapat meningkatkan risiko demensia, sementara aktivitas yang melibatkan otak justru memberi perlindungan.(Freepik/tirachardz)
16:18
14 April 2026

Aktivitas Pasif Saat Duduk Berkaitan dengan Risiko Demensia, Ini Penjelasannya

Kebiasaan menonton televisi atau scrolling tanpa interaksi ternyata tidak sesederhana yang terlihat.

Studi terbaru menemukan, aktivitas pasif saat duduk berkaitan dengan peningkatan risiko demensia.

Sebaliknya, aktivitas yang tetap melibatkan otak justru dapat membantu melindungi fungsi kognitif.

Temuan ini menunjukkan bahwa cara mengisi waktu luang bisa berdampak langsung pada kesehatan otak.

Baca juga: Apa Itu Demensia? Ini Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Aktivitas pasif dan aktif beri dampak berbeda

Mengutip CNN (6/4/2026), studi dalam American Journal of Preventive Medicine melibatkan lebih dari 20.000 orang dewasa di Swedia selama hampir 20 tahun.

Peserta diminta melaporkan berapa lama mereka duduk dan aktivitas apa yang dilakukan saat itu.

Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas duduk yang bersifat pasif berkaitan dengan risiko demensia yang lebih tinggi.

Sebaliknya, aktivitas yang melibatkan pemikiran aktif dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah.

Pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen, mengatakan perbedaan ini terletak pada penggunaan otak.

“Dua orang bisa duduk dalam waktu yang sama, tetapi dampaknya berbeda tergantung aktivitas yang dilakukan,” ujarnya.

Baca juga: Merokok Ternyata Bisa Picu Demensia, Risiko Naik hingga Dua Kali Lipat

Perubahan kecil bisa turunkan risiko

Ilustrasi main HP. Studi terbaru menunjukkan, aktivitas pasif seperti menonton tanpa interaksi dapat meningkatkan risiko demensia, sementara aktivitas yang melibatkan otak justru memberi perlindungan.Pexels/Miriam Alonso Ilustrasi main HP. Studi terbaru menunjukkan, aktivitas pasif seperti menonton tanpa interaksi dapat meningkatkan risiko demensia, sementara aktivitas yang melibatkan otak justru memberi perlindungan.

Studi ini juga melihat dampak jika kebiasaan tersebut diubah.

Mengganti satu jam aktivitas pasif dengan aktivitas yang lebih aktif secara mental dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sekitar 7 persen.

Menambahkan satu jam aktivitas mental secara umum juga berhubungan dengan penurunan risiko sekitar 4 persen. Jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik, penurunan risiko bisa mencapai 11 persen.

Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam rutinitas harian dapat memberi manfaat jangka panjang.

Baca juga: Jangan Sepelekan Gangguan Pendengaran, Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Otak butuh tantangan untuk tetap sehat

Aktivitas pasif cenderung tidak memberikan rangsangan yang cukup bagi otak.

Menurut Dr. Wen, otak membutuhkan tantangan untuk menjaga koneksi saraf tetap aktif. Tanpa stimulasi yang cukup, kemampuan berpikir dan memori bisa menurun seiring waktu.

Aktivitas pasif juga sering dilakukan dalam waktu lama tanpa jeda. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke otak dan berdampak pada fungsi kognitif.

Selain itu, kebiasaan ini juga sering dikaitkan dengan kualitas tidur yang kurang baik dan minim interaksi sosial.

Aktivitas sederhana bisa bantu lindungi otak

Tidak semua aktivitas duduk berdampak buruk.

Kegiatan seperti membaca, mengerjakan teka-teki, bermain strategi, atau belajar hal baru dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Hobi kreatif seperti menulis, menggambar, atau bermain musik juga memberikan stimulasi yang baik.

Interaksi sosial menjadi faktor tambahan yang penting. Berbicara dengan orang lain atau melakukan aktivitas bersama dapat membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal.

Baca juga: Mencegah Risiko Demensia, Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Menjadi Prioritas Medis

Screen time tidak selalu berbahaya

Penggunaan layar tidak selalu berdampak negatif.

Menonton tanpa interaksi termasuk aktivitas pasif yang berisiko jika dilakukan dalam waktu lama.

Namun, menggunakan perangkat untuk belajar, berdiskusi, atau memecahkan masalah tetap dapat memberikan manfaat bagi otak.

Fokus utama bukan pada layar itu sendiri, melainkan pada bagaimana aktivitas tersebut dilakukan. Kebiasaan seperti scrolling tanpa tujuan dalam waktu lama justru yang perlu diwaspadai.

Kombinasi aktivitas jadi kunci

Aktivitas fisik tetap berperan penting dalam menjaga kesehatan otak.

Gaya hidup yang terlalu banyak duduk sudah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Studi ini menambahkan bahwa aktivitas mental saat duduk juga berpengaruh.

Kombinasi aktivitas fisik dan mental memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan hanya salah satunya.

Kebiasaan sehari-hari memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan otak. Aktivitas pasif dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko demensia.

Sebaliknya, aktivitas yang melibatkan pemikiran dan interaksi dapat membantu melindungi fungsi kognitif.

Perubahan kecil, seperti mengganti waktu menonton dengan aktivitas yang lebih aktif, dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Baca juga: Pria Berusia 24 Tahun Meninggal karena Demensia, Penyakit yang Selama Ini Dianggap Menyerang Lansia

Tag:  #aktivitas #pasif #saat #duduk #berkaitan #dengan #risiko #demensia #penjelasannya

KOMENTAR