Mengenal Sekuensing Genomik dan Manfaatnya bagi Kesehatan Masa Depan
Ilustrasi genetik pada manusia.(iStockPhoto/Olena_T)
08:00
7 April 2026

Mengenal Sekuensing Genomik dan Manfaatnya bagi Kesehatan Masa Depan

- Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS) bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Ultima Genomics, Inc., untuk mengembangkan peta jalan sekuensing genomik di Asia Tenggara melalui pemanfaatan teknologi UG200 Series.

Ketua YSDS dr. Vincentius Simeon Weo Budhyanto mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan genomik global.

“Kolaborasi ini memastikan populasi Asia Tenggara ikut terwakili dalam database genomik global, sekaligus membuka akses yang lebih merata terhadap pengobatan presisi,” ujar dia di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Kemitraan ini didorong oleh visi bersama untuk membuka akses pemeriksaan dan penelitian genomik, guna membantu diagnostik klinis yang saat ini masih terbatas, terutama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Baca juga: Studi Genomik Ungkap Keturunan Genghis Khan Tak Sebanyak yang Diduga

Selama ini, papar dr. Vincentius, biaya tinggi menjadi tantangan utama dalam pengembangan riset dan layanan genomik.

Melalui kerja sama tersebut, teknologi terbaru UG200 Series ini diharapkan mampu menekan biaya secara signifikan dan memungkinkan penggunaan dalam skala besar.

Dalam kolaborasi tersebut, Ultima Genomics berperan sebagai penyedia teknologi sekuensing berkapasitas ultra-tinggi melalui platform UG200 Series, sedangkan YSDS menjadi mitra lokal yang mengelola implementasi di Indonesia melalui program IGNITE, termasuk penyediaan infrastruktur laboratorium dan kerja sama dengan rumah sakit.

Selain itu, kolaborasi juga mencakup riset lintas sektor, mulai dari kesehatan hingga pertanian dan biodiversitas, serta penyusunan protokol yang sesuai dengan regulasi kesehatan dan perlindungan data di kawasan.

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Vaksin HIV Berbasis DNA, Dinilai Lebih Tepat Sasaran

Apa itu teknologi sekuensi genomik?

Ketua Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS) dr. Vincentius Simeon Weo Budhyanto, di Jakarta pada Senin (6/4/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Ketua Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS) dr. Vincentius Simeon Weo Budhyanto, di Jakarta pada Senin (6/4/2026).

Teknologi sekuensing genomik adalah proses membaca kode genetik (DNA) untuk memahami risiko penyakit dan menentukan pengobatan yang paling tepat.

Di Indonesia, teknologi ini sudah mulai digunakan untuk diagnosis kanker, penyakit langka, hingga penyakit menular, serta memiliki potensi di sektor pertanian dan biodiversitas.

UG200 Series yang digunakan dalam kerja sama ini memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, kapasitas, dan biaya. Teknologi ini mampu memproses ribuan sampel dalam waktu singkat dengan akurasi tinggi.

Baca juga: Hari Sel Sabit Sedunia: Penyakit Langka yang Diam-diam Merenggut Nyawa di Usia Muda

Dengan fleksibilitas yang lebih tinggi dan cakupan genomik yang lebih baik, teknologi ini dinilai sangat cocok untuk sekuensing populasi dalam skala besar.

Implementasi awal akan dimulai melalui proyek pilot dan validasi klinis di Indonesia, dengan fokus pada deteksi dini kanker dan penyakit tidak menular. Pengguna utama teknologi ini mencakup rumah sakit, peneliti, universitas, dan industri farmasi.

Dengan kata lain, saat ini teknologi tersebut hanya diperuntukkan bagi para profesional untuk melakukan riset.

Dalam jangka panjang, kerja sama ini diharapkan dapat membangun basis data genetik (biobank) populasi Indonesia, sehingga bisa membantu masyarakat lebih luas.

Baca juga: Tantangan Penelitian Genomik di Indonesia: Tingginya Harga Instrumen dan Mahalnya Biaya Operasional

Perihal data genomik, dr. Vincentius menegaskan, pengelolaannya akan dilakukan dengan standar keamanan tinggi dan sesuai regulasi Indonesia. Data akan disimpan di dalam negeri, dianonimkan, serta dilindungi dengan enkripsi untuk memastikan privasi dan mencegah penyalahgunaan.

Sebagai early adopter teknologi UG200 Series di Asia Tenggara, YSDS menargetkan implementasi penuh dalam beberapa tahun ke depan, dengan pencapaian sekuensing lebih dari satu juta genom per tahun dalam rentang waktu 5-15 tahun, sejalan dengan inisiatif nasional pengembangan ilmu genomik.

Terpisah, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menilai kerja sama ini sebagai langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia.

“Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pemanfaatan teknologi genomik dalam layanan kesehatan. Dengan teknologi yang lebih terjangkau, masyarakat bisa mendapatkan diagnosis yang lebih akurat dan pengobatan yang lebih tepat,” kata dia dalam siaran pers.

Baca juga: Mengenal Radioterapi, Metode Pengobatan Kanker Serviks yang Efektif Menurut Dokter Onkologi

Harapannya, kolaborasi bisa membantu mewujudkan visi Kemenkes RI, yakni melakukan whole genome sekuensing terhadap 200.000 masyarakat Indonesia.

Menurut Menkes Budi, hal tersebut akan sangat membantu dalam membangun referensi genom, pengobatan presisi, menekan efek samping obat, prediksi dan pencegahan penyakit, serta melacak sejarah dan penyakit endemik.

Tag:  #mengenal #sekuensing #genomik #manfaatnya #bagi #kesehatan #masa #depan

KOMENTAR