Menurunkan Gula Darah Tekan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi alat cek gula darah yang digunakan untuk memantau kadar glukosa pada penderita diabetes. (Dok. Istimewa)
08:06
16 Januari 2026

Menurunkan Gula Darah Tekan Risiko Penyakit Jantung

Penderita pradiabetes yang berhasil menurunkan kadar gula darahnya ke tingkat normal memiliki peluang hidup yang jauh lebih baik dalam jangka panjang.

Penelitian terbaru menunjukkan, mereka yang mencapai kadar glukosa normal dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung atau rawat inap karena gagal jantung hingga sekitar 50 persen.

Pradiabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum mencapai kriteria diabetes. Kadar gula darah dalam kelompok ini adalah 100-125 mg/dL saat puasa.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology pada 12 Desember itu menemukan, penderita pradiabetes yang berhasil mencapai “remisi” atau kadar glukosa kembali normal, memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang jauh lebih rendah bahkan 20 tahun kemudian.

“Ini benar-benar memberi harapan bahwa apa yang dilakukan seseorang hari ini bisa berdampak besar dua dekade ke depan,” kata Dr. Latha Palaniappan dari Stanford Medicine, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Selama ini, diabetes tipe 2 diketahui meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung. Namun, peran pradiabetes masih menjadi perdebatan, apakah berbahaya karena sering berkembang menjadi diabetes, atau sudah membawa risiko sejak awal.

Temuan ini menunjukkan bahwa mengendalikan pradiabetes sejak dini dapat memberi perlindungan jangka panjang terhadap penyakit jantung.

Penelitian pada pradiabetes di China dan AS

Penelitian ini menganalisis kembali data dari dua uji klinis besar, termasuk Program Pencegahan Diabetes di Amerika Serikat yang berlangsung pada 1996–2001.

Dalam uji coba tersebut, penderita pradiabetes dibagi ke dalam tiga kelompok: program perubahan gaya hidup intensif, penggunaan obat metformin, dan plasebo.

Hasil awal menunjukkan bahwa program gaya hidup, yang mencakup pola makan sehat dan olahraga, mampu menurunkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 hingga 58 persen dalam tiga tahun. Metformin menurunkannya sekitar 31 persen.

Ilustrasi diabetes. Kapan waktu terbaik untuk berolahraga jika menderita diabetes?Freepik/xb100 Ilustrasi diabetes. Kapan waktu terbaik untuk berolahraga jika menderita diabetes?

Ketika para peneliti menelusuri peserta tersebut dua dekade kemudian, sekitar 11 persen di antaranya sempat mencapai kadar glukosa normal dalam satu tahun pertama. Kelompok kecil ini kemudian tercatat memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung atau rawat inap karena gagal jantung sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah mencapai kadar gula normal.

Hasil serupa juga terlihat dalam studi di Tiongkok. Sekitar 13 persen peserta berhasil menormalkan gula darah setelah enam tahun, dan tiga dekade kemudian kelompok ini memiliki risiko penyakit jantung yang 51 persen lebih rendah.

“Menariknya, intervensi jangka pendek bisa memberi efek jangka panjang,” kata Elizabeth Selvin, profesor epidemiologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Para ahli memperkirakan, menormalkan kadar glukosa dapat mengurangi lemak di perut, menekan peradangan, dan meningkatkan sensitivitas insulin, semua faktor yang berperan penting dalam kesehatan jantung.

Meski demikian, hanya sebagian kecil peserta yang berhasil mencapai kadar gula normal, baik di AS maupun Tiongkok. Hal ini menunjukkan bahwa mengendalikan pradiabetes bukan hal mudah dan membutuhkan pendekatan yang lebih efektif.

“Ini bukti kuat bahwa perubahan itu mungkin,” kata Judy Regensteiner dari University of Colorado. “Tantangannya sekarang adalah bagaimana membuat lebih banyak orang bisa mencapainya.”

Para ahli juga mengingatkan bahwa menurunkan kadar glukosa darah hanyalah salah satu komponen dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Orang tetap perlu menjaga berat badan yang sehat, mengikuti diet yang baik, dan berolahraga.

Tag:  #menurunkan #gula #darah #tekan #risiko #penyakit #jantung

KOMENTAR