Bursa Asia Menghijau, IHSG Terbang 2,68 Persen ke Atas 6.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I, Senin (23/2/2026), di zona hijau. Indeks menguat 112,28 poin ke level 8.384,04.(BEI)
13:04
12 Juni 2026

Bursa Asia Menghijau, IHSG Terbang 2,68 Persen ke Atas 6.000

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada sesi I perdagangan Jumat (12/6/2026), menembus kembali level psikologis 6.000 seiring menguatnya sentimen global dan reli bursa saham Asia.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 11.30 WIB, IHSG naik 157,52 poin atau 2,68 persen ke level 6.043,55. Sebanyak 610 saham menguat, 101 saham melemah, dan 100 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp 11,85 triliun dengan volume perdagangan sekitar 21,6 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,36 juta kali.

Penguatan indeks juga diiringi apresiasi nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 72 poin atau 0,40 persen ke level Rp 17.916 per dollar AS.

Baca juga: IHSG “Terbang” 2,68 Persen ke 6.043, Ditopang Saham INDY, BUMI, Hingga INCO

Hampir Seluruh Sektor Menguat

Kenaikan IHSG ditopang oleh penguatan hampir seluruh indeks sektoral. Sektor bahan baku (basic materials) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,76 persen, diikuti sektor energi yang naik 5,24 persen dan sektor industri sebesar 4,34 persen.

Di jajaran saham berkapitalisasi besar, sejumlah emiten berbasis komoditas mencatat lonjakan signifikan. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi salah satu penggerak utama setelah melesat 13,58 persen ke Rp 4.850 per saham.

Penguatan juga terjadi pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 13,57 persen ke Rp 159 per saham dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menguat 12,24 persen ke Rp 330 per saham.

Sementara itu, beberapa saham yang masih tertekan antara lain PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang turun 1,92 persen ke Rp 2.560 dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang melemah 1,32 persen ke Rp 1.870.

Baca juga: Jangan Terlewat, Hari Ini Batas Akhir Beli Saham UNVR untuk Kantongi Dividen

Adapun saham dengan nilai transaksi terbesar ditempati Chandra Asri Pacific (TPIA) senilai Rp 1,51 triliun, diikuti Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp 1,41 triliun dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp 714,89 miliar.

Dari sisi volume perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan volume mencapai 44,75 juta lembar saham.

Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026).ANTARA FOTO/Putra M. Akbar Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Harapan Kesepakatan AS-Iran Dorong Penguatan Pasar

Penguatan IHSG sejalan dengan reli pasar saham Asia yang dipicu meredanya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah.

Sentimen positif datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran semakin terbuka dan berpotensi ditandatangani paling cepat akhir pekan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump sempat mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat, Saham MEDC, PGAS Hungga AADI Berpotensi Cuan

Menurut Trump, pembicaraan dengan Teheran telah mencapai tingkat tertinggi dalam struktur kepemimpinan Iran dan mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank, Ray Attrill, menilai peluang tercapainya kesepakatan kini terlihat lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai akan meningkat secara signifikan,” kata Attrill seperti dikutip Reuters.

Harapan berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan itu juga mendorong penurunan harga minyak dunia. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,2 persen ke 86,69 dollar AS per barel setelah sehari sebelumnya merosot 2,6 persen.

Sementara itu, harga minyak Brent melemah 1,1 persen menjadi 89,40 dollar AS per barel setelah terkoreksi hampir 3 persen pada perdagangan sebelumnya.

Baca juga: BCA Siapkan Buyback Saham hingga Rp 5 Triliun

Bursa Asia Kompak Menghijau

Sentimen positif turut mengangkat mayoritas bursa saham Asia.

Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan sekitar 7,6 persen. Indeks Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 3 persen, sementara Hang Seng Hong Kong menguat sekitar 1,8 persen dan SSE Composite China naik sekitar 1,3 persen.

Kenaikan pasar Asia mengikuti reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Tiga indeks utama AS mencatat penguatan harian terbesar sejak awal April, ketika Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara.

Indeks Nasdaq bahkan melonjak 2,5 persen, didorong optimisme investor terhadap rencana debut saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX.

Kombinasi meredanya ketegangan geopolitik, turunnya harga energi, dan menguatnya sentimen risiko global menjadi katalis yang mendorong investor kembali masuk ke pasar saham, termasuk Indonesia.

Tag:  #bursa #asia #menghijau #ihsg #terbang #persen #atas #6000

KOMENTAR