Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
Ilustrasi rumah tapak. [Antara]
16:07
11 Juni 2026

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Emiten properti, PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) menilai segmen hunian rumah tapak masih andalan di tengah industri properti yang tidak baik-baik saja.

Perseroan melihat daya beli masyarakat yang masih terbatas serta meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian properti masih menjadi tantangan utama bagi industri saat ini. Namun demikian, peluang pertumbuhan dinilai tetap terbuka, khususnya pada segmen rumah tapak.

Direktur Utama HBAT, Go Ronny Nugroho mengatakan rumah tapak memiliki sejumlah keunggulan yang membuat permintaannya tetap terjaga dibandingkan sektor properti lainnya.

"Segmen hunian rumah tapak menawarkan nilai tambah seperti konsep ramah lingkungan dan fitur yang mendukung fleksibilitas aktivitas," ujar Ronny dalam Paparan Publik secara virtual, Kamis (11/6/2026).

Jajaran Direksi PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT). [Dok HBAT].Jajaran Direksi PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT). [Dok HBAT].

Menurutnya, dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), juga diharapkan dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk memiliki hunian.

Untuk menghadapi tantangan pasar, HBAT terus menjalankan sejumlah strategi bisnis. Salah satunya dengan mempercepat penyelesaian unit-unit rumah yang telah memasuki tahap akhir pembangunan tanpa mengesampingkan aspek kualitas.

Selain itu, perseroan juga melakukan optimalisasi proses perencanaan dan konstruksi untuk proyek-proyek baru agar lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ronny mengatakan penguatan strategi pemasaran menjadi salah satu fokus utama perusahaan guna meningkatkan daya tarik produk sekaligus mendorong penjualan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

"Inovasi produk, pemanfaatan insentif Pemerintah, transformasi digital dan pemasaran kreatif, penguatan legalitas dan transparansi, pembangunan berkelanjutan, konsep bangunan hijau, adalah sederet kebijakan dan strategi Perseroan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada," ujarnya.

Sepanjang 2025, HBAT membukukan penjualan sebesar Rp24,53 miliar atau mencapai 33,6 persen dari target penjualan yang ditetapkan sebesar Rp73,02 miliar. Dari capaian tersebut, perseroan masih mampu mencatatkan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp2,7 miliar.

Direktur Keuangan HBAT, Andrie Rianto menjelaskan tekanan terhadap penjualan tidak terlepas dari melemahnya daya beli masyarakat dan masih tingginya suku bunga kredit.

"Penurunan penjualan disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat, tingkat suku bunga kredit yang masih relatif tinggi, serta kecenderungan konsumen untuk menunda keputusan pembelian di tengah dinamika ekonomi. Selain itu, meningkatnya selektivitas konsumen terhadap produk properti dan ketatnya persaingan di industri turut memberikan tekanan terhadap penjualan Perseroan," pungkas Andrie.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #hunian #tapak #masih #jadi #primadona #tengah #lesunya #pasar #properti

KOMENTAR