Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
Ilustrasi harga minyak, harga minyak mentah. (THINKSTOCKPHOTOS)
11:28
11 Juni 2026

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Harga minyak dunia melonjak pada Kamis (11/6/2026) setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan tambahan Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut.

Langkah itu memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent naik 2 persen menjadi 94,58 dollar AS per barrel. Pada pukul 11.15 WIB, harga minyak mentah Brent kembali naik ke level 94,82 dollar AS per barrel.

Baca juga: Trump Ancam Gempur Iran Lagi dengan Sangat Keras, Harga Minyak Dunia Tembus 93 Dollar AS

Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.NASA EARTH OBSERVATORY via AFP Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,2 persen menjadi 91,74 dollar AS per barrel pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia. Siang ini, harga minyak WTI bertengger di level 91,93 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Otoritas militer Iran menyatakan seluruh kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran tembak.

Penutupan Selat Hormuz diumumkan sehari setelah AS melancarkan serangan tambahan ke wilayah Iran.

Baca juga: Wall Street Rontok Imbas Harga Minyak Melonjak dan Ancaman Baru Trump ke Iran

Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan akan melakukan serangan lebih lanjut apabila tidak tercapai kesepakatan damai.

Selat Hormuz jadi perhatian pasar

Reaksi pasar berlangsung cepat. Para analis menilai keputusan Iran menutup Selat Hormuz berpotensi menjadi salah satu gangguan terbesar terhadap perdagangan energi global dalam beberapa dekade terakhir.

Ilustrasi harga minyak mentah. SHUTTERSTOCK/GAS-PHOTO Ilustrasi harga minyak mentah.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan penutupan Selat Hormuz akan mengubah peta pasar minyak dunia.

"Penutupan Selat Hormuz akan mengubah segalanya bagi pasar minyak," kata Staunovo, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Rupiah Melemah dan Harga Minyak Tinggi, Industri Pelayaran Tertekan

Menurut dia, apabila penutupan benar-benar diterapkan dan berlangsung dalam waktu yang lama, harga minyak berpotensi melonjak lebih tinggi karena risiko gangguan pasokan global meningkat tajam.

Pandangan serupa disampaikan analis Rystad Energy Jorge Leon. Ia menilai langkah Iran berpotensi menjadi salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah pasar minyak modern.

"Penutupan Selat Hormuz akan menjadi salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah pasar minyak," ujar Leon, seperti dikutip dari Oilprice.com.

Menurut Leon, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara pengimpor minyak, tetapi juga oleh seluruh rantai pasok energi global yang selama ini bergantung pada kelancaran distribusi melalui Selat Hormuz.

Baca juga: Pasokan Terganggu, Harga Minyak Dunia Diproyeksi Tetap Tinggi pada 2026

Jalur vital perdagangan energi dunia

Selat Hormuz memiliki posisi yang sangat strategis dalam perdagangan energi global. Sebelum konflik meningkat pada awal tahun ini, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur tersebut setiap hari.

Karena itu, setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut langsung memengaruhi ekspektasi pasokan energi dunia.

Konflik yang berlangsung sejak Februari 2026 lalu telah menghambat arus minyak melalui Selat Hormuz dan membuat harga minyak bertahan di level tinggi selama beberapa bulan terakhir.

Gangguan distribusi energi juga tercermin pada produksi negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Baca juga: Harga Minyak Mentah Turun 3 Persen Usai AS Klaim Lalu Lintas Selat Hormuz Meningkat

Ilustrasi produksi minyak, kilang minyak, harga minyak.SHUTTERSTOCK/DED PIXTO Ilustrasi produksi minyak, kilang minyak, harga minyak.

Survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC pada Mei 2026 turun menjadi 16,13 juta barrel per hari (bph), level terendah dalam lebih dari dua dekade.

Penurunan tersebut terutama dipicu berkurangnya ekspor Iran dan terganggunya pengiriman minyak dari kawasan Teluk.

Iran menjadi negara dengan penurunan produksi terbesar. Ekspor minyak mentah dan kondensat negara tersebut juga tercatat turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Stok minyak AS menyusut

Selain faktor geopolitik, pasar minyak juga mendapat dorongan dari menurunnya persediaan minyak mentah di AS.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Hentikan Operasi Militer ke Israel

Reuters melaporkan stok minyak mentah AS turun 7,2 juta barrel pada pekan pertama Juni 2026. Sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2026, cadangan minyak AS telah menyusut sekitar 79 juta barrel.

Penurunan stok tersebut memperkuat kekhawatiran pelaku pasar mengenai ketatnya pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Kombinasi antara penurunan stok, berkurangnya produksi OPEC, dan ancaman terhadap jalur distribusi utama minyak dunia membuat pasar terus mencermati perkembangan konflik Iran-AS.

Pasar menunggu solusi diplomatik

Lonjakan harga minyak kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan biaya energi yang lebih tinggi.

Baca juga: Trump Desak Gencatan Senjata, Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Soal Pasokan

Chief Economist Annex Wealth Management Brian Jacobsen mengatakan pasar kini menunggu solusi yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.

"Waktu terus berjalan untuk solusi diplomatik atau militer guna membuka kembali Selat Hormuz," kata Jacobsen, dilansir warta Reuters.

Menurut dia, semakin lama jalur tersebut ditutup, semakin besar pula risiko yang dihadapi pasar energi global.

Sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright juga menyatakan, penurunan harga bahan bakar pada akhirnya membutuhkan penyelesaian konflik dengan Iran sehingga arus minyak melalui Selat Hormuz dapat kembali normal.

Tag:  #iran #tutup #selat #hormuz #harga #minyak #dunia #langsung #melonjak

KOMENTAR