Amran Ancam Cabut Izin Importir Kedelai yang Semena-mena Naikkan Harga
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026 bertajuk ?Menuju Swasembada Nasional? di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026)()
10:20
11 Juni 2026

Amran Ancam Cabut Izin Importir Kedelai yang Semena-mena Naikkan Harga

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman melarang importir menaikkan harga kedelai secara semena-mena.

Amran yang juga menjabat Menteri Pertanian mengancam akan menghentikan rekomendasi impor, dokumen yang harus dikantongi para importir untuk bisa membeli kedelai dari luar negeri.

Untuk komoditas kedelai rekomendasi diterbitkan Kementerian Pertanian.

“Kalau menaikkan, izinnya aku cabut dan aku tidak beri izin rekomendasi lagi, karena ada rekomendasinya di pertanian," kata Amran dalam suatu dialog di Jakarta dikutip Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Amran Sulaiman Sebut Beras Rusak Tercatat 3.619 Ton, Setara 0,06 Persen Stok Nasional

Amran menekankan, harga kedelai harus tetap terjangkau bagi perajin tempe dan tahu. Mereka merupakan pelaku udaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Amran, pada importir kedelai sudah merahp untung selama puluhan tahun. Oleh karena itu, ketika harga kedelai di pasar global naik mereka tidak boleh semen-mena menaikkan harga.

“Kemudian yang impor khususnya kedelai, kami minta pada pengusaha, tolong jangan menaikkan harga semena-mena. Kenapa? Anda sudah untung puluhan tahun,” ujar Amran.

Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu berjanji akan melacak pihak yang menaikkan harga kedelai semena-mena dan membuat perajin tahu serta tempe kesulitan.

Baca juga: Amran Minta Pengepul Beli Telur Sesuai HAP, Rp 26.500 per Kg

Pemerintah bakal menelusuri sumber kedelai yang harganya mengalami kenaikan.

“Kami pas cek, kami sudah minta, kami sudah kumpulkan semua, jangan menaikkan harga semena-mena," tegas Amran.

Bapanas mencatat, berdasarkan laporan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gapiktindo) rata-rata nasional harga kedelai per 8 Juni arp 11.126 per kiligram.

Sementara, rata-rata harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe di Pulau Jawa Rp 10.868 per kilogram. Sementara, rata-rata harga tertinggi terdapat yang menyentuh Rp 11.100 per kilogram.

Meski demikian, rata-rata harga tersebut masih di bawah ambang batas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan yakni Rp 11.500 per kilogram di tingkat importir dan Rp 12.000 di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe.

Baca juga: Harga TBS Sawit Anjlok, Mentan Amran Minta Penjelasan GAPKI-Wilmar

“Tolong kepeduliannya di saat kondisi seperti sekarang, karena anda sudah untung puluhan tahun,” tutur Amran.

“Jangan tidak peduli pada Merah Putih, pada rakyat Indonesia. Kalau aku dapat (pelanggaran), aku pastikan izinnya aku cabut dan aku tidak beri rekomendasi impor lagi," tambahnya.

Sementara harga masih terkendali, stok kedelai juga dinilai masih mencukupi kebutuhan nasional.

Data Asosiasi Importir menyebutkan stok kedelai pada Juni 2026 mencapai 450 ribu ton.

Tag:  #amran #ancam #cabut #izin #importir #kedelai #yang #semena #mena #naikkan #harga

KOMENTAR