Dividen Antam (ANTM) Naik ke Rp 5 Triliun, Mengapa Payout Ratio Turun?
Kantor PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (IDX: ANTM; ASX: ATM).(DOK. Humas Antam)
07:04
11 Juni 2026

Dividen Antam (ANTM) Naik ke Rp 5 Triliun, Mengapa Payout Ratio Turun?

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjelaskan alasan di balik penurunan dividend payout ratio menjadi 70 persen meski nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar Rabu (10/6/2026), pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus serta rencana perseroan menerima penugasan strategis pemerintah terkait hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Keputusan pembagian dividen tersebut ditopang oleh kinerja keuangan Antam yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun dan laba bersih sebesar Rp 7,92 triliun sepanjang 2025, yang menjadi pencapaian terbaik dalam sejarah perseroan.

Baca juga: RUPST Antam (ANTM) Setujui Dividen Rp 5,04 Triliun dari Laba 2025

Meski nilai dividen meningkat, manajemen Antam mengungkapkan alasan rasio pembayaran dividen justru diturunkan dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Antam Handi Sutanto mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi perusahaan.

Menurut dia, Antam saat ini tengah menyiapkan berbagai proyek pengembangan usaha yang membutuhkan dukungan pendanaan jangka panjang.

"Kalau mau bagi dividen lebih maksimal, pertama mesti ada uangnya, mesti ada profitnya," ujar Handi dalam konferensi pers usai RUPST Antam, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Laba ANTM 2025 Melonjak 106 Persen, Ini Tiga Mesin Pertumbuhannya

Ia menjelaskan, meski nilai dividen secara nominal meningkat, rasio pembayaran dividen terhadap laba justru diturunkan dibandingkan tahun sebelumnya.

Langkah tersebut dilakukan karena sebagian laba akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis dan proyek strategis yang menjadi sumber pertumbuhan baru perusahaan.

"Kami sedang membangun masa depan Antam lagi dengan proyek-proyek yang kami miliki hari ini," kata Handi.

Menurut dia, kebijakan tersebut sejalan dengan tema transformasi perusahaan, yakni Strengthening the Core, Building the Future.

Baca juga: Investasi Hilirisasi Tembus Rp 147,5 Triliun, Nikel Jadi Penopang Utama

Melalui strategi tersebut, Antam berupaya memperkuat fondasi bisnis yang ada sekaligus menyiapkan kapasitas pertumbuhan yang lebih besar melalui berbagai proyek pengembangan pada masa mendatang.

"Supaya kita siap untuk melangkah dan berlari lebih jauh lagi, mencapai hasil yang lebih maksimal bagi pemegang saham," ujar dia.

Dividen ANTM naik menjadi Rp 5,04 triliun. Namun, rasio pembayaran dividen turun menjadi 70 persen. Apa alasan di balik keputusan itu?

Tag:  #dividen #antam #antm #naik #triliun #mengapa #payout #ratio #turun

KOMENTAR