Per Juni 2026, Serapan PMN KRL Jabodetabek TA 2025 Tembus Rp 744 Miliar
Petugas berjalan melintasi sejumlah rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Dipo KRL Depok, Jawa Barat, Jumat (5/7/2024). PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah impor KRL baru dari China sebanyak 8 rangkaian kereta atau trainset senilai Rp2,20 triliun untuk memenuhi kebutuhan armada KRL Jabodetabek pada tahun 2025. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
14:44
8 Juni 2026

Per Juni 2026, Serapan PMN KRL Jabodetabek TA 2025 Tembus Rp 744 Miliar

PT Kereta Api Indonesia / KAI (Persero) mencatat penyerapan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran (TA) 2025 telah mencapai Rp 744,46 miliar hingga awal Juni 2026.

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 51 Tahun 2025, alokasi PMN TA 2025 untuk proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek ditetapkan sebesar Rp 1,8 triliun.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, dana tersebut dicairkan pemerintah kepada PT KAI pada 31 Desember 2025, sebelum akhirnya diteruskan seluruhnya sebagai tambahan setoran modal ke PT KCI pada 20 Mei 2026 guna memperkuat porsi ekuitas pembiayaan belanja modal (capex).

Baca juga: Stasiun Karet dan BNI City Bakal Disatukan, Penumpang KRL Bisa Pindah Lewat Travelator

Dalam rapat bersama dengan komisi XI DPR RI, Bobby menjelaskan, suntikan modal negara ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan investasi, baik untuk pengadaan armada KRL baru maupun program peremajaan (retrofit) kereta yang sedang berjalan.

"Dana PMN TA 2025 yang akan digunakan sebagai tambahan setoran modal kepada PT KCI untuk membantu memenuhi kebutuhan porsi ekuitas atas pembiayaan capex terkait pengadaan sarana KRL baru dan retrofit,” kata Bobby di Gedung Parlemen Senayan, Senin (8/6/2026).

“Pada tanggal 2 Juni 2026, setoran modal telah digunakan sebesar Rp 744,46 miliar,” ujar Bobby.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja pada 8-11 Juni 2026, Lengkap dari Palur ke Tugu

Penyerapan pada bulan Juni 2026 ini menyisakan sisa saldo dana PMN TA 2025 sebesar Rp 1,05 triliun yang akan terus disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan perkembangan proyek di lapangan.

Pada TA 2024, berdasarkan PP No. 52 Tahun 2024, KAI menerima anggaran sebesar Rp 2 triliun yang dicairkan pada 2 Januari 2025 dan diteruskan ke KCI pada 25 Maret 2025.

Per 31 Juli 2025, dana Rp 2 triliun tersebut telah terserap 100 persen untuk melunasi pinjaman jembatan (bridging loan) serta pembayaran investasi sarana KRL yang jatuh tempo. Sementara itu pada 2026, proyeksi PMN yang diterima KAI senilai Rp 1,5 triliun.

Baca juga: Jadwal KRL Jogja-Solo pada 8-11 Juni 2026, Lengkap dari Tugu ke Palur

Proyek Sarana KRL Jabodetabek

Secara keseluruhan, struktur proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek PT KCI ini mengandalkan total nilai investasi jumbo Rp 9,18 triliun.

Porsi terbesar bersumber dari dukungan pemerintah melalui rangkaian PMN via KAI dengan Rp 5,3 triliun (58 persen).

Adapun sisa kebutuhan dana dipenuhi melalui kredit sindikasi perbankan sebesar Rp 3,69 triliun (40 persen) dan kas internal PT KCI senilai Rp 190 miliar (2 persen).

Terdapat lima kontrak utama pengadaan sarana yang dikawal melalui dana ini, diantaranya pengadaan KRL baru sebanyak 192 unit/16 trainset dari PT INKA dengan nilai kontrak 3,8 triliun.

Baca juga: KRL Green Line Paling Padat di Jabodetabek, KAI Siapkan Solusi Ini

Kemudian, pengadaan KRL baru impor sebanyak 36 unit/ 3 trainset dari CRRC Qingdao Sifang Co.Ltd senilai Rp 830 miliar.

Kemudian, pengadaan KRL baru impor pengganti 17 retrofit PT INKA sebanyak 96 unit atau 8 trainset senilai Rp 2,2 triliun.

Lalu, pengadaan KRL retrofit sebanyak 24 unit atau 2 trainset dari PT INCA senilai Rp 250 miliar.

Kemudian, pengadaan KRL baru sebanyak 96 unit/ 8 trainset dari PT INKA senilai 2,05 triliun (belum ada kontrak).

Tag:  #juni #2026 #serapan #jabodetabek #2025 #tembus #miliar

KOMENTAR