Kredit Macet Pindar Naik, OJK: Ada 19 Fintech dengan TWP90 di Atas 5 Persen
Ilustrasi pinjaman online atau pinjol, pinjaman daring.(PIXABAY/FIRMBEE)
14:32
8 Juni 2026

Kredit Macet Pindar Naik, OJK: Ada 19 Fintech dengan TWP90 di Atas 5 Persen

– Industri pinjaman daring (pindar) masih mencatat pertumbuhan pembiayaan yang kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, tingkat risiko kredit macet mulai menunjukkan kenaikan yang tercermin dari meningkatnya angka ticket weighted percentage 90 hari atau TWP90.

Kondisi ini muncul di tengah situasi ekonomi yang masih diwarnai pelemahan daya beli masyarakat, meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), serta berbagai tekanan yang memengaruhi kemampuan sebagian masyarakat dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Baca juga: OJK Awasi Khusus 8 Pinjol, Masalah Utama Modal dan Kredit Macet

Ilustrasi pinjaman online, pinjol. (Shutterstock/Melimey) Ilustrasi pinjaman online, pinjol.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, outstanding pembiayaan industri pinjaman daring pada April 2026 mencapai Rp 102,07 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 26,11 persen secara tahunan (year on year/yoy), meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 yang tercatat sebesar 26,25 persen (yoy).

Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet agregat yang diukur melalui TWP90 meningkat menjadi 4,62 persen pada April 2026. Sebulan sebelumnya, indikator tersebut berada di level 4,52 persen.

Kenaikan TWP90 menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian di tengah upaya industri mempertahankan pertumbuhan pembiayaan sekaligus menjaga kualitas portofolio pinjaman.

Baca juga: OJK Lakukan Pengawasan Khusus Kepada 8 Pinjol, 8 Asuransi-Reasuransi, dan 8 Dana Pensiun Bermasalah

TWP90 masih diproyeksikan terjaga

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya OJK Agusman ketika ditemui usai Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (25/3/2026).KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya OJK Agusman ketika ditemui usai Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (25/3/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menilai kondisi TWP90 industri pindar ke depan masih dapat terjaga meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Menurut dia, perkembangan tingkat kredit bermasalah di industri pinjaman daring akan dipengaruhi oleh dinamika perekonomian serta kualitas pengelolaan risiko masing-masing penyelenggara.

"TWP90 industri Pindar ke depan diperkirakan tetap terjaga meskipun dipengaruhi dinamika perekonomian dan kualitas pengelolaan risiko masing-masing Penyelenggara," ujar Agusman dalam jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, dikutip pada Senin (8/6/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan kemampuan masing-masing perusahaan dalam mengelola risiko menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pembiayaan ke depan.

Baca juga: Catat, Ini Daftar 94 Pinjol Resmi OJK Juni 2026 Terbaru yang Berizin

Pasalnya, kondisi ekonomi yang menekan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran dapat berdampak berbeda pada setiap penyelenggara, tergantung profil nasabah, strategi penyaluran pembiayaan, hingga sistem mitigasi risiko yang diterapkan.

Dalam industri pinjaman daring, TWP90 merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur kualitas pembiayaan. Angka tersebut menggambarkan persentase pinjaman yang mengalami keterlambatan pembayaran lebih dari 90 hari.

Semakin tinggi angka TWP90, semakin besar pula tingkat risiko pembiayaan yang dihadapi penyelenggara.

Karena itu, kenaikan TWP90 secara agregat menjadi perhatian tidak hanya bagi pelaku industri, tetapi juga regulator yang bertanggung jawab menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Baca juga: Daftar Pinjol Resmi OJK Juni 2026 Terbaru, Cek Sebelum Ajukan Pinjaman

Ada 19 penyelenggara dengan TWP90 di atas 5 persen

Di tengah kenaikan risiko kredit macet secara agregat, OJK mencatat masih terdapat sejumlah penyelenggara yang memiliki tingkat TWP90 relatif tinggi.

Ilustrasi fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol). Pinjol berganti nama menjadi pindar. Pinjaman daring (pindar). Pinjaman daring resmi OJK September 2025.SHUTTERSTOCK/KASPARS GRINVALDS Ilustrasi fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol). Pinjol berganti nama menjadi pindar. Pinjaman daring (pindar). Pinjaman daring resmi OJK September 2025.

Hingga April 2026, terdapat 19 penyelenggara pindar yang memiliki angka TWP90 di atas 5 persen.

"Pada April 2026, terdapat 19 Penyelenggara pindar dengan TWP90 di atas 5 persen," kata Agusman.

Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya perbedaan kualitas portofolio pembiayaan di antara para pelaku industri.

Baca juga: OJK Dalami Modus Jasa Penyelesaian Utang Pinjol yang Catut Nama Regulator

Masing-masing penyelenggara memiliki karakteristik bisnis, segmen peminjam, serta strategi penyaluran pembiayaan yang berbeda. Perbedaan tersebut turut memengaruhi tingkat risiko yang dihadapi perusahaan.

Meski demikian, OJK tidak merinci nama-nama penyelenggara yang memiliki TWP90 di atas 5 persen maupun perubahan jumlahnya dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Agusman, naik atau turunnya jumlah penyelenggara dengan TWP90 di atas 5 persen dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama terkait kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar peminjam.

"Perubahan jumlah penyelenggara dengan TWP90 di atas 5 persen dipengaruhi antara lain kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar borrower," ujarnya.

Baca juga: Pinjol dan Paylater Meningkat, Anak Muda Didorong Mulai Investasi Rutin

Kemampuan bayar peminjam menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembiayaan. Ketika kondisi ekonomi mengalami tekanan, sebagian masyarakat berpotensi menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman.

Situasi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko keterlambatan pembayaran dan berpengaruh terhadap rasio TWP90.

Penguatan manajemen risiko jadi fokus

Untuk menjaga agar tingkat kredit macet tidak terus meningkat, OJK mendorong penyelenggara pinjaman daring memperkuat berbagai aspek pengelolaan risiko.

Menurut Agusman, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan industri untuk menjaga kualitas pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Selasa (5/3/2024). OJK Ubah Nama Pinjol Jadi Pindar.KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Selasa (5/3/2024). OJK Ubah Nama Pinjol Jadi Pindar.

Baca juga: Jerat Ganda Masyarakat Digital: Judol dan Pinjol

"Untuk menjaga tingkat TWP90, Penyelenggara Pindar didorong untuk melakukan penguatan manajemen risiko, credit scoring berbasis data, serta penguatan penagihan dan prinsip kehati-hatian," kata dia.

Penguatan manajemen risiko dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang dapat memengaruhi kemampuan bayar peminjam.

Melalui sistem manajemen risiko yang lebih kuat, penyelenggara diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak awal, melakukan mitigasi secara lebih efektif, serta menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Selain itu, penggunaan credit scoring berbasis data juga menjadi salah satu aspek yang terus didorong.

Baca juga: Paradoks Negara Berlimpah Anggaran dan Rakyat yang Terjerat Pinjol

Pemanfaatan data yang lebih luas dan akurat memungkinkan penyelenggara melakukan penilaian risiko terhadap calon peminjam secara lebih komprehensif.

Dengan demikian, keputusan pemberian pembiayaan dapat dilakukan secara lebih selektif dan sesuai dengan profil risiko masing-masing peminjam.

Di sisi lain, penguatan proses penagihan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembiayaan.

Proses penagihan yang efektif diharapkan dapat membantu menekan tingkat keterlambatan pembayaran sehingga rasio kredit bermasalah tetap terkendali.

Baca juga: Penagihan Pinjol Ada Aturannya, Ini yang Wajib Diketahui

Seluruh langkah tersebut, menurut OJK, perlu dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Prinsip tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keberlanjutan industri, terutama ketika kondisi ekonomi sedang menghadapi berbagai tantangan.

Ilustrasi pinjaman online, pinjol, pinjaman daring. FREEPIK/VECTORJUICE Ilustrasi pinjaman online, pinjol, pinjaman daring.

Menjaga pertumbuhan di tengah tantangan

Meski rasio TWP90 mengalami kenaikan dan kondisi ekonomi masih menghadapi tekanan, industri pinjaman daring tetap mencatat pertumbuhan pembiayaan yang relatif tinggi.

Outstanding pembiayaan yang mencapai Rp 102,07 triliun pada April 2026 menunjukkan aktivitas penyaluran dana masih terus berlangsung.

Baca juga: Pembiayaan Produktif Pinjol Capai Rp 34,66 Triliun per Maret 2026, Masih di Bawah Target OJK

Pertumbuhan tahunan sebesar 26,11 persen juga mengindikasikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan digital masih cukup besar.

Namun, laju pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan Maret 2026 yang tercatat tumbuh 26,25 persen secara tahunan.

Perlambatan tipis tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan TWP90 dari 4,52 persen menjadi 4,62 persen.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan dampak tekanan ekonomi terhadap prospek pertumbuhan industri ke depan.

Baca juga: Risiko Kredit Macet Pinjol Naik ke 4,54 Persen, Didominasi Usia Muda

Menanggapi hal itu, Agusman mengakui bahwa dinamika perekonomian saat ini dapat memengaruhi laju pertumbuhan pembiayaan industri pinjaman daring.

"Dinamika perekonomian saat ini tentu saja dapat memengaruhi laju pertumbuhan, namun industri Pindar ke depan diperkirakan masih dapat tumbuh positif dan terjaga," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa OJK masih melihat ruang pertumbuhan bagi industri pinjaman daring, meskipun terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi.

Di satu sisi, tekanan ekonomi berpotensi memengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengakses maupun mengembalikan pembiayaan. Di sisi lain, kebutuhan terhadap layanan pembiayaan digital masih menjadi faktor yang menopang pertumbuhan industri.

Baca juga: Cara Mengetahui NIK KTP Dipakai Pinjol Atau Tidak, Cukup Lewat Ponsel

Karena itu, keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan pengelolaan risiko menjadi aspek yang terus mendapat perhatian.

Bagi industri, menjaga kualitas pembiayaan dinilai sama pentingnya dengan mempertahankan pertumbuhan. OJK menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko, penggunaan credit scoring berbasis data, penguatan penagihan, serta penerapan prinsip kehati-hatian sebagai langkah untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Di tengah meningkatnya risiko kredit macet dan tantangan ekonomi yang masih berlangsung, kemampuan setiap penyelenggara dalam menerapkan langkah-langkah tersebut akan menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja industri pinjaman daring ke depan.

Tag:  #kredit #macet #pindar #naik #fintech #dengan #twp90 #atas #persen

KOMENTAR