Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
10:13
28 Mei 2026

Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Publik tengah menyoroti penyaluran bantuan sapi kurban besar-besaran oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, yang memakai uang APBN. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan mengakui tidak tahu menahu.

Ribuan sapi kurban Presiden Prabowo itu disorot publik karena disebut pembeliannya mencapai angka fantastis, yakni Rp 100 miliar.

Menkeu Purbaya justru menegaskan belum mengetahui detail mengenai alokasi anggaran untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban tersebut.

Lempar Bola ke Kemensetneg

Saat ditemui awak media di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Rabu (27/5) kemarin seusai melaksanakan salat Idul Adha, Purbaya tampak irit bicara mengenai anggaran tersebut.

Ia menegaskan, Kementerian Keuangan belum mendapatkan laporan resmi terkait angka Rp 100 miliar yang beredar.

"Saya belum tahu masalah itu. Nanti saya cek. Saya benar tidak tahu," kata Purbaya, dikutip hari Kamis (28/5/2026).

Ketidaktahuan bendahara negara ini menjadi menarik, mengingat setiap pengeluaran negara yang bersumber dari APBN lazimnya melalui mekanisme pengawasan di bawah kementeriannya.

Purbaya justru mengarahkan agar persoalan teknis anggaran tersebut ditanyakan langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

"Coba tanya Mensesneg. Saya rasa ya, itu dari uang mereka sendiri," kata Purbaya.

Penjelasan Wamensesneg Mengenai Sumber APBN

Pernyataan Menkeu Purbaya tersebut kontras dengan penjelasan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro sehari sebelumnya.

Juri secara gamblang menyebutkan bahwa dana ratusan miliar tersebut memang berasal dari kas negara melalui pos bantuan kemasyarakatan Presiden.

Menurut Juri, pengadaan sapi kurban dalam jumlah masif ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat luas di berbagai pelosok Indonesia.

Karena variasi harga hewan ternak di tiap wilayah berbeda, maka anggaran yang disiapkan pun cukup besar.

"Ya sumbernya dari APBN. Dari pos anggaran bantuan presiden. Harga belinya tentu menyesuaikan harga sapi di berbagai daerah. Kurang lebih dananya Rp 100 miliar," kata dia, Selasa (26/5).

Sapi Kurban Presiden Seberat 1,25 Ton diserahkan ke Masjid Al Ukhuwah. [SuaraJabar/HO/Dok humas Pemkot Bandung]Sapi Kurban Presiden Seberat 1,25 Ton diserahkan ke Masjid Al Ukhuwah. [SuaraJabar/HO/Dok humas Pemkot Bandung]

Bukan sembarang sapi

Pada Idul Adha 1447 Hijriah ini, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan total 1.098 ekor sapi kurban yang disebar ke seluruh provinsi di Indonesia.

Sapi-sapi tersebut didistribusikan ke berbagai masjid agung, organisasi keagamaan, hingga pondok pesantren.

Program ini disebut-sebut sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus berbagi kebahagiaan di hari raya.

Sapi yang dipilih pun bukan sembarangan, melainkan sapi dengan bobot unggulan yang dibeli langsung dari peternak lokal di daerah masing-masing untuk menggerakkan ekonomi sektor peternakan.

Namun, besarnya angka Rp 100 miliar dari APBN ini mulai memantik diskusi di kalangan netizen dan pengamat kebijakan publik.

Banyak yang mempertanyakan urgensi penggunaan dana publik dalam skala sebesar itu untuk bantuan hewan kurban, di tengah tantangan ekonomi lainnya.

Editor: Bernadette Sariyem

Tag:  #misteri #miliar #sapi #kurban #prabowo #menkeu #purbaya #ngaku #tahu

KOMENTAR