Perkuat Armada di Sumbagsel, KAI Kirim Kereta Ekonomi hingga Kereta Pembangkit
Ilustrasi kereta api.(KAI Daop 6 Yogyakarta)
18:44
26 Mei 2026

Perkuat Armada di Sumbagsel, KAI Kirim Kereta Ekonomi hingga Kereta Pembangkit

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah kapasitas angkutan penumpang di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan dengan mendistribusikan 25 unit sarana kereta dari Daop 1 Jakarta ke Divre IV Tanjungkarang serta kawasan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

Penambahan armada ini dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh pada layanan kereta api di wilayah tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penambahan sarana tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan layanan penumpang di Sumatra, khususnya pada sejumlah lintas yang mencatat kenaikan volume pelanggan sepanjang 2026.

Baca juga: Dari 172 Titik Prioritas, KAI Sudah Tutup 94 Pelintasan Sebidang

“Mobilitas masyarakat di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan terus meningkat. Karena itu, kesiapan sarana perlu dipersiapkan secara bertahap agar kapasitas layanan dan keandalan operasional tetap terjaga,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Berdasarkan progres pengiriman sarana, KAI melaksanakan pengiriman secara bertahap selama Mei hingga Juni 2026.

Proses tersebut dimulai dari loading sarana di Jakarta International Container Terminal (JICT), dilanjutkan transportasi menuju penyeberangan laut hingga pengiriman menuju wilayah Rajabasa.

Sebanyak 25 unit sarana yang dikirim terdiri dari kereta kelas ekonomi (K3), kereta makan (M1), dan kereta pembangkit (P) yang dipersiapkan untuk mendukung operasional layanan penumpang di wilayah Sumbagsel.

Penguatan sarana tersebut selaras dengan pertumbuhan pelanggan pada layanan kereta api di Divre III Palembang dan IV Tanjungkarang.

Selama Januari hingga April 2026, volume pelanggan pada layanan kereta api di wilayah tersebut terus menunjukkan peningkatan.

Salah satunya terlihat pada layanan KA Rajabasa yang melayani 301.658 pelanggan atau naik 32,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 226.946 pelanggan.

Sementara itu, layanan KA Kuala Stabas melayani 246.555 pelanggan pada Januari hingga April 2026, bertambah dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 237.761 pelanggan.

Menurut Anne, tren tersebut menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat antarkota di wilayah Sumatra terus berkembang, terutama pada layanan transportasi publik dengan kapasitas angkut besar dan waktu perjalanan yang lebih terukur.

Anne mengatakan, KAI juga terus melakukan sinkronisasi pengiriman sarana, persiapan jalur distribusi, serta koordinasi teknis pengangkutan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana operasional.

“Penguatan sarana ini dipersiapkan agar kapasitas layanan di Sumatra dapat mengikuti pertumbuhan pelanggan yang terus bergerak positif," ujar Anne.

"KAI terus memantau kebutuhan operasional di setiap wilayah sehingga layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tegas Anne.

Sebagai informasi, layanan kereta api pada lintas Lampung–Sumatera Selatan saat ini masih bertumpu pada satu layanan utama, yakni KA Rajabasa yang melayani rute Stasiun Tanjungkarang (Bandar Lampung) menuju Stasiun Kertapati (Palembang).

Kereta kelas ekonomi ini menjadi tulang punggung mobilitas penumpang di koridor tersebut dengan jarak tempuh sekitar 389 kilometer dan waktu perjalanan kurang lebih 9 jam 20 menit.

Operasional KA Rajabasa dijalankan setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari kedua ujung lintasan, sehingga menjadi opsi utama masyarakat untuk perjalanan antarkota di dua provinsi tersebut.

Sebelumnya juga terdapat KA Limex Sriwijaya yang melayani kelas eksekutif dan bisnis di lintas serupa.

Rencana reaktivasi layanan ini sempat mengemuka sebagai upaya menambah alternatif perjalanan, termasuk opsi perjalanan malam hari, guna memperkaya pilihan sarana transportasi bagi masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, KA Rajabasa masih menjadi satu-satunya layanan reguler yang beroperasi penuh di lintas Lampung–Sumatera Selatan, sekaligus memainkan peran penting dalam menjaga konektivitas dan aksesibilitas transportasi di wilayah Sumatra bagian selatan.

Baca juga: Operasional Kereta di Sumut Tetap Normal meski Listrik Padam

Tag:  #perkuat #armada #sumbagsel #kirim #kereta #ekonomi #hingga #kereta #pembangkit

KOMENTAR