Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus anjlok pada awal perdagangan, Rabu, 20 Mei 2026. IHSG dibuka memerah ke level 6352.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG belum ada tanda bangkit dan terus turun 0,51 persen ke level 6.338.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,23 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,19 triliun, serta frekuensi sebanyak 170.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 183 saham bergerak naik, sedangkan 348 saham mengalami penurunan, dan 428 saham tidak mengalami pergerakan.
IHSG masih melanjutkan pelemahan di awal perdagangan Rabu. Foto Rina-Suara.comAdapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, CSMI, MIX, INDX, PIPA, ASPI,
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RELI, WBSA, GSMF, BAYU, SMMT.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari ini setelah anjlok tajam pada sesi sebelumnya. Sentimen negatif datang dari kekhawatiran pasar terhadap isu pembentukan badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas edisi Sapa Mentari 20 Mei 2026, IHSG pada perdagangan terakhir ditutup melemah signifikan sebesar 3,46 persen ke level 6.370.
Meski demikian, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp306 miliar di pasar reguler.
BRI Danareksa menjelaskan tekanan pasar terutama berasal dari saham-saham konglomerasi dan komoditas setelah muncul rumor terkait rencana pemerintah membentuk badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis seperti batu bara, crude palm oil (CPO), hingga mineral logam.
"Tekanan pasar terutama berasal dari saham-saham konglomerasi dan komoditas seiring munculnya rumor terkait rencana pemerintah membentuk badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis," tulis riset tersebut.
Isu tersebut sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pengendalian harga jual komoditas yang dinilai bisa menekan margin dan profitabilitas emiten terkait.
Padahal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membantah kabar tersebut. Namun, sentimen negatif telanjur memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham.
Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan area support di level 6.322 dan resistance di posisi 6.635.
Selain sentimen domestik, pelaku pasar juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diproyeksikan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.
Pasar juga menanti pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 yang dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar jangka pendek.
Sementara itu, dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street kompak ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,65 persen ke level 49.363,88. Kemudian S&P 500 melemah 0,67 persen menjadi 7.353,61 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,84 persen ke posisi 25.870,71.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan sejumlah saham pilihan atau stock pick yakni Telkom Indonesia dengan kode TLKM, Mayora Indah atau MYOR, serta Solusi Tunas Pratama dengan kode SUPA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Tag: #jelang #pidato #prabowo #ihsg #tertolong #terus #merosot #level #6352 #rabu #pagi