IHSG Nyungsep 3,08 Persen, Bos OJK: Bursa Lain Turunnya Lebih Dalam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,08 persen ke level 6.396,268 pada sesi pertama perdagangan Selasa (19/5/2026).
Indeks dibuka di level 6.599,213. IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.635,127, lalu terperosok ke titik terendah 6.376,343.
Aksi jual masif terlihat dari jumlah saham yang melemah. Sebanyak 611 saham masuk zona merah, jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat sebanyak 96 saham. Sebanyak 107 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp 15,131 triliun. Volume perdagangan tercatat 27,962 miliar saham, dengan frekuensi transaksi menembus 1,73 juta kali.
Tekanan terhadap IHSG juga membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turun menjadi Rp 11.160 triliun.
Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 6.599,21
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pelemahan IHSG dalam beberapa hari terakhir masih sejalan dengan tren bursa regional.
“Kita melihat sebenarnya masih sejalan dengan tren pelemahan bursa secara regional,” ujar Friderica saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa.
Friderica mengatakan sejumlah bursa saham kawasan bahkan mencatat penurunan lebih dalam dibandingkan IHSG. Bursa yang masih menguat juga hanya naik tipis.
“Tadi kami juga melihat banyak bursa lain yang turunnya malah lebih dalam. Dan kalaupun ada yang naik, itu naik tipis pada hari ini,” paparnya.
Tekanan terhadap pasar saham domestik dipengaruhi dinamika geopolitik global. Sentimen utama berasal dari meningkatnya tensi perang di Timur Tengah.
Ekspektasi kebijakan moneter global yang masih ketat juga menjadi tekanan bagi pasar keuangan domestik.
Friderica menambahkan, pasar domestik ikut dipengaruhi sentimen setelah keputusan rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI). Keputusan tersebut diumumkan pada 12 Mei waktu Amerika Serikat atau 13 Mei waktu Indonesia.
“Dan ini juga sentimen dari domestik pasca keputusan rebalancing dari MSCI yang teman-teman kemarin juga perhatikan,” lanjut wanita yang akrab disapa Kiki.
Baca juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Menguat, Investor Ritel Bisa Cermati Saham ADMR, ARCI, PTBA
Meski demikian, OJK menilai pelemahan pasar masih tergolong moderat.
IHSG melemah 1,98 persen pada hari pertama setelah pengumuman MSCI. IHSG kembali turun 1,85 persen pada perdagangan 18 Mei 2026 setelah libur panjang.
“Kalau kita lihat bahwa pelemahannya itu masih moderate yaitu di 1,98 persen pada hari pertama pengumuman MSCI. Dan juga kemarin di 1,85 persen di 18 Mei setelah libur panjang,” tukas dia.
Friderica menilai dinamika pasar saham domestik saat ini menunjukkan proses penyesuaian yang lebih berbasis fundamental.
OJK juga mencatat adanya peningkatan dana kelolaan industri reksa dana saat pasar saham tertekan oleh rebalancing MSCI.
Friderica mengatakan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana sepanjang tahun ini meningkat Rp 49,71 triliun. Kenaikan tersebut berasal dari net subscription investor ritel.
“Jadi meningkat sekitar 6,39 persen, sehingga total AUM kita adalah Rp 718,44 triliun,” lanjutnya.
Jumlah investor pasar modal Indonesia juga terus bertambah. OJK mencatat sekitar 7 juta investor ritel baru masuk sepanjang tahun berjalan.
Tag: #ihsg #nyungsep #persen #bursa #lain #turunnya #lebih #dalam