Kevin Warsh Belum Dilantik, Jerome Powell Jadi Ketua Sementara The Fed
Gubernur dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.(WIKIMEDIA COMMONS/FEDERAL RESERVE)
09:24
16 Mei 2026

Kevin Warsh Belum Dilantik, Jerome Powell Jadi Ketua Sementara The Fed

- Federal Reserve (The Fed) menunjuk Jerome Powell sebagai ketua sementara atau chair pro tempore hingga Kevin Warsh resmi dilantik sebagai pimpinan baru bank sentral Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan resminya, Dewan Gubernur The Fed menyebut penunjukan tersebut dilakukan seiring berakhirnya masa jabatan Powell sebagai ketua pada Jumat (15/5/2026). Langkah itu disebut mengikuti praktik transisi kepemimpinan sebelumnya di tubuh bank sentral AS.

“Powell akan menjabat sebagai chair pro tempore sampai Warsh diambil sumpahnya sebagai ketua baru,” demikian pernyataan Dewan Gubernur The Fed.

Baca juga: Trump Kesal Jerome Powell Bertahan di The Fed: Dia Tak Bisa Dapat Pekerjaan Lain

Warsh sebelumnya dikonfirmasi Senat AS pada Rabu (13/5/2026) untuk memimpin The Fed selama empat tahun. Ia merupakan sosok pilihan Presiden AS Donald Trump di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah suku bunga dan independensi bank sentral AS.

Transisi kepemimpinan jadi sorotan

Meski demikian, proses transisi tersebut dilaporkan tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Menurut laporan media AS, dua anggota Dewan Gubernur The Fed, Stephen Miran dan Michelle Bowman, menolak keputusan penunjukan Powell sebagai pejabat sementara karena tidak ada batas waktu yang jelas mengenai status tersebut.

Powell juga disebut masih akan tetap berada di Dewan Gubernur The Fed hingga pemerintah menghentikan penyelidikan hukum terhadap dirinya.

Baca juga: Profil Kevin Warsh, Sosok Pilihan Donald Trump yang Jadi Ketua The Fed

Pergantian kepemimpinan The Fed terjadi ketika pasar keuangan AS berada dalam tekanan. Investor mencermati kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS di tengah kekhawatiran terhadap inflasi, defisit anggaran, dan arah kebijakan moneter berikutnya.

Yield obligasi pemerintah AS tenor dua tahun, yang kerap menjadi acuan ekspektasi suku bunga, dilaporkan naik lebih dari 0,5 poin persentase sejak meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran inflasi.

Sementara itu, yield obligasi tenor 30 tahun menembus level 5,1 persen, level yang terakhir kali bertahan sebelum krisis keuangan global 2007-2009.

Pasar cermati arah kebijakan Warsh

Pasar juga mulai memperkirakan The Fed di bawah kepemimpinan Warsh berpotensi menaikkan suku bunga secepatnya pada Januari mendatang seiring meningkatnya ekspektasi inflasi.

Baca juga: Dari Pandemi hingga Tekanan Politik Trump, Ini Warisan Kepemimpinan Powell di The Fed

Warsh dikenal sebagai tokoh yang mendorong The Fed kembali pada pendekatan kebijakan moneter yang lebih tradisional dengan fokus utama pada pengendalian inflasi, bukan intervensi besar di pasar keuangan.

Ia juga dikenal kritis terhadap kebijakan pelonggaran kuantitatif atau quantitative easing (QE), yakni pembelian obligasi dalam jumlah besar oleh The Fed saat krisis ekonomi.

Menurut Warsh, kebijakan tersebut terlalu sering dilakukan tanpa aturan yang jelas mengenai jenis aset yang dibeli, besaran pembelian, hingga strategi penghentian kebijakan.

Saat ini, total aset The Fed tercatat sekitar 6,7 triliun dollar AS, turun dari puncaknya sekitar 9 triliun dollar AS pada 2022, meski kembali meningkat secara bertahap untuk menjaga likuiditas sistem perbankan.

Baca juga: Wall Street Menguat Tipis, Investor “Wait and See” Jelang Keputusan The Fed

Yield obligasi naik, independensi The Fed jadi perhatian

Profesor keuangan Stanford University, Hanno Lustig, menilai kondisi pasar saat ini dapat membuat yield obligasi jangka panjang terus meningkat dan menekan dunia usaha, rumah tangga, hingga pemerintah AS.

Menurut dia, pasar global juga mulai mempertanyakan “keistimewaan” obligasi pemerintah AS yang selama ini membuat biaya pinjaman Negeri Paman Sam relatif murah.

Dalam situasi tersebut, The Fed dinilai berada pada posisi sulit antara membiarkan pasar menentukan harga obligasi sepenuhnya atau kembali melakukan pembelian obligasi demi menjaga stabilitas pasar.

Di sisi lain, pemerintahan Trump terus mendorong penurunan suku bunga, pemangkasan pajak, dan deregulasi. Tekanan dari Gedung Putih tersebut membuat arah kebijakan The Fed dan independensi lembaga itu kembali menjadi sorotan pasar global.

Transisi kepemimpinan di tubuh The Fed juga berlangsung ketika para pembuat kebijakan masih mempertimbangkan risiko inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, serta dampak ekonomi dari konflik Iran.

Tag:  #kevin #warsh #belum #dilantik #jerome #powell #jadi #ketua #sementara

KOMENTAR