Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Direksi dan Komisaris, Simak Susunannya
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyetujui perombakan susunan direksi dan komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Para pemegang saham menyetujui Frans Dicky Tamara menjadi Direktur Human Capital and Corporate Service menggantikan Eksitarino Irianto.
Kemudian juga menyetujui pengangkatan Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris menggantikan Frans Dicky Tamara.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan, perubahan susunan manajemen tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk rebuilding fundamentals.
Baca juga: Adhi Karya (ADHI) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Berikut Susunan Terbarunya
Transformasi dilakukan untuk memastikan perseroan dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang.
"Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," ujar Glenny dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).
Pesawat Garuda Indonesia A330-300 yang membawa Calon Jemaah Haji di Bandar Udara Yogyakarta International Airport menuju Arab Saudi.
Dengan perubahan tersebut, maka susunan komisaris dan direksi Garuda Indonesia terbaru sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris: Sugito Anjasmoro
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Glenny Kairupan
- Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
- Direktur Human Capital and Corporate Service: Frans Dicky Tamara
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Adapun RUPST Tahun Buku 2025 dihadiri atau diwakili pemegang 384,27 miliar lembar saham atau setara 94,39 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.
Selain perubahan pengurus, rapat juga membahas sejumlah agenda lain seperti laporan tahunan perseroan tahun buku 2025, laporan keuangan konsolidasian, penetapan akuntan publik untuk audit tahun buku 2026, hingga pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan RKAP 2027.
Baca juga: 28 Nama Berebut Kursi Direksi BEI, OJK Siap Seleksi Ketat
Tag: #garuda #indonesia #giaa #rombak #direksi #komisaris #simak #susunannya