IHSG Anjlok 1,22 Persen Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI
Indeks MSCI (MSCI)
10:32
12 Mei 2026

IHSG Anjlok 1,22 Persen Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada awal perdagangan, Selasa (12/5/2026). Indeks melemah 83,93 poin atau turun 1,22 persen ke level 6.821,68 per pukul 09.54 WIB.

Tekanan IHSG terjadi menjelang pengumuman hasil rebalancing indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Selasa waktu AS.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tekanan jual yang deras membuat indeks menyentuh posisi terendah di 6.815,60, setelah sebelumnya dibuka menguat di posisi 6.946,84 dan sempat mencapai level tertinggi 6.977,28.

Mayoritas saham berada di area pelemahan. Sebanyak 430 saham turun, hanya 185 saham menguat dan 121 saham bergerak stagnan.

Baca juga: Rebalancing MSCI, IHSG Rawan Koreksi, Ritel Bisa Cermati Saham ANTM, PTRO, PTBA

Aktivitas perdagangan pagi ini mencatat volume transaksi sebanyak 10,06 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,54 triliun. Frekuensi perdagangan menyentuh 718.512 kali transaksi.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan IHSG saat ini menunjukkan sinyal bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI), meskipun pergerakan harga masih membentuk pola penurunan atau downward bar.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah walaupun indeks masih bergerak turun.

Untuk diketahui, RSI adalah indikator momentum dalam analisis teknikal yang mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga untuk mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

“IHSG berada dalam kondisi bullish divergence berdasarkan indikator RSI meskipun masih membentuk pola penurunan (downward bar),” ujar Nafan saat dihubungi Kompas.com, Selasa pagi ini.

Baca juga: Apa Biang Kerok IHSG Anjlok Jelang Rebalancing MSCI?

Dari sisi indikator teknikal lainnya, stochastic sscillator (K_D), masih berada di area negatif yang menandakan momentum pelemahan belum sepenuhnya hilang, sementara volume perdagangan juga cenderung menurun.

Namun, posisi RSI yang sudah berada di area oversold atau jenuh jual membuka peluang terjadinya technical rebound apabila muncul sentimen positif maupun aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar.

“Berdasarkan indikator teknikal, sinyal stochastic K_D masih negatif dan volume perdagangan menurun, namun RSI sudah berada di area jenuh jual (oversold),” paparnya.

Lebih jauh, Investment Specialist KISI, Azharys HArdian, menilai pergerakan IHSG hari ini berkaitan dengan pengumuman evaluasi MSCI yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Menurutnya perhatian pasar tertuju pada dua saham yang dipastikan bakal keluar dari indeks MSCI, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Keluarnya kedua saham tersebut dinilai berpotensi memicu arus keluar dana asing atau passive fund outflow dari pasar saham Indonesia.

“Sentimen IHSG memang menyangkut pengumuman MSCI nanti khususnya dua saham yang sudah pasti dikeluarkan menyangkut HSC BREN dan DSSA kedua saham ini memicu ouflow passive fund,” ucap Azharys ketika dihubungi Kompas.com.

Selain itu, pasar juga mencermati sejumlah saham lain yang berpotensi ikut dikeluarkan dari indeks, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Potensi keluarnya kedua saham itu dipengaruhi penurunan kapitalisasi pasar yang cukup dalam sejak awal tahun atau year to date (YtD), masing-masing turun sekitar 36 persen dan 55 persen.

Karena itu, pelaku pasar mengantisipasi hasil evaluasi MSCI tersebut karena dinilai cukup penting terhadap arah aliran dana asing atau foreign flow di pasar modal domestik.

“Selain itu ada saham yang berpotensi keluar juga yaitu AMMN dan CUAN, ini menyangkut dari sisi market cap mereka yang turun masing masing 36 persen dan 55 persen secara Ytd. Sehingga market mengantisipasi pengumuman evaluasi karena cukup penting terhadap foreign flow,” tukasnya.

Untuk diketahui, Stockbit Sekuritas menerbitkan ulasannya terkait perkembangan mengenai pengumuman MSCI. Menurut Stockbit, MSCI akan mengumumkan index review pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat atau besok Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia.

Dalam update untuk pasar Indonesia sebelumnya, MSCI mengumumkan masih akan membekukan pasar Indonesia dalam pengumuman index review Mei 2026, yang mencakup kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS); penambahan ke MSCI Investable Market Indexes (IMI); serta migrasi ke atas antar size–segment (misalnya dari Small Cap ke Standard).

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #anjlok #persen #jelang #pengumuman #rebalancing #msci

KOMENTAR