Harga BBM Naik, Motor Listrik Dinilai Makin Menarik bagi Masyarakat
- Gejolak geopolitik global dan tekanan harga energi dinilai bisa menjadi momentum percepatan transisi energi di Indonesia, terutama pada sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Ketergantungan Indonesia terhadap energi impor juga dinilai dapat berkurang melalui percepatan elektrifikasi, terutama pada sektor transportasi.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menilai kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi mengatakan, masyarakat akan mulai mempertimbangkan kendaraan dengan biaya operasional lebih rendah saat harga energi fosil tidak stabil.
"Menurut AISMOLI, iya, kondisi ini bisa menjadi momentum positif," kata dia kepada Kompas.com, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Menperin Bocorkan Skema Baru Insentif EV, Pemerintah Incar Penurunan Konsumsi BBM
Budi mengatakan, motor listrik memiliki potensi besar karena mayoritas masyarakat Indonesia masih menggunakan kendaraan roda dua untuk mobilitas harian.
"Jadi, percepatan adopsi motor listrik dapat membantu mengurangi beban biaya transportasi masyarakat sekaligus mendukung penghematan BBM nasional," imbuh dia.
Meski begitu, percepatan adopsi kendaraan listrik masih menghadapi sejumlah tantangan.
Budi menjelaskan, hambatan utama berasal dari harga awal kendaraan, edukasi konsumen, serta infrastruktur charging dan battery swap.
Layanan purna jual dan kepastian regulasi juga masih menjadi perhatian pasar.
"Insentif masih penting, terutama untuk fase awal pembentukan pasar, karena dapat membantu menjembatani gap harga antara motor listrik dan motor bensin," kata dia.
Baca juga: Tarif Listrik per kWh 12-17 Mei 2026 untuk Semua Golongan Pelanggan PLN
Budi menilai insentif perlu dibarengi dukungan lain, mulai dari pembangunan infrastruktur, pembiayaan, pengadaan pemerintah, hingga regulasi yang konsisten.
Kepastian kebijakan juga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.
Menurut Budi, industri kendaraan listrik sudah memiliki kesiapan dari sisi investasi, produksi, dan pasar. Namun, ekosistem masih membutuhkan arah regulasi yang jelas dan selaras.
“Kebijakan yang baik tidak cukup, namun harus selaras dan sampai ke lapangan dengan satu tafsir yang sama. Kepastian kebijakan menjadi barang mahal dan dibutuhkan bagi industri untuk berinvestasi, berproduksi, dan melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan merespons munculnya sejumlah aturan baru, termasuk Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ.
AISMOLI meminta pemerintah berhati hati menerbitkan regulasi baru agar tidak memunculkan ketidakpastian di pasar.
Peran PT PLN (Persero) juga dinilai penting dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Sangat krusial. PLN bukan hanya penyedia listrik, tetapi juga fasilitator utama ekosistem EV," ujar Budi.
Menurut dia, PLN memiliki peran besar melalui perluasan infrastruktur pengisian daya, dukungan kerja sama industri, hingga penyediaan tarif listrik yang mendukung penggunaan kendaraan listrik.
Integrasi layanan digital dan edukasi publik juga dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Kalau infrastruktur makin mudah diakses dan biaya penggunaan EV semakin jelas efisien, kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik akan meningkat," ungkap dia.
Pandangan serupa disampaikan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo).
Sekretaris Jenderal Periklindo Tenggono Chuandra Phoa mengatakan, pembangunan infrastruktur pengisian daya masih menjadi tantangan utama pertumbuhan kendaraan listrik.
"PLN dan swasta harus bergerak sinergi dan cepat untuk perkembangan populasi EV," ujar dia kepada Kompas.com.
Menurut Tenggono, ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga BBM non subsidi semestinya mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
"Tentu banyak yang beralih ke EV karena lebih efisien dan irit operasionalnya," ucap dia.
Pelaku industri juga masih menunggu realisasi insentif kendaraan listrik yang sedang dibahas lintas kementerian.
"Kami berharap terealisasi secepatnya," kata Tenggono.
Pemerintah sebelumnya menyiapkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, besaran insentif berkisar 40 persen hingga 100 persen. Skema tersebut masih dalam tahap finalisasi.
Pemerintah menyiapkan kuota insentif untuk 100.000 mobil listrik dan 100.000 sepeda motor listrik pada tahun ini.
Untuk motor listrik, subsidi yang disiapkan sebesar Rp 5 juta per unit.
Sementara untuk mobil listrik, pemerintah menyiapkan insentif PPN DTP sebesar 40 persen hingga 100 persen.
“Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Anggota Dewan Energi Nasional Kholid Syeirazi menilai percepatan penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Indonesia saat ini masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).
Menurut Kholid, risiko ketergantungan tersebut akan meningkat saat terjadi krisis geopolitik yang mengganggu pasokan energi global.
"Karena itu kita perlu memperkuat alternatif energi yang bersumber dari dalam negeri, salah satunya kompor listrik dan kendaraan listrik,” kata Kholid.
Kholid mengatakan arah kebijakan energi nasional ke depan akan semakin mengarah pada elektrifikasi di berbagai sektor.
Elektrifikasi didorong mulai dari rumah tangga hingga transportasi.
“Transisi energi pada akhirnya mengarah pada elektrifikasi. Kendaraan bermotor secara bertahap akan beralih dari BBM ke listrik, sementara kebutuhan energi rumah tangga seperti memasak juga didorong menggunakan listrik melalui kompor listrik,” tutup dia.
Tag: #harga #naik #motor #listrik #dinilai #makin #menarik #bagi #masyarakat