Hutan Digital di Belitung Tarik Wisatawan, UMKM Ikut Bergerak
- Di tengah rimbunnya hutan tropis Belitung, jalur trekking Bukit Peramun menghadirkan pengalaman wisata alam yang berbeda. Pengunjung tak hanya menyusuri bebatuan granit dan pepohonan khas hutan pesisir, tetapi juga menikmati teknologi digital yang terintegrasi di sepanjang perjalanan wisata.
Kawasan wisata yang berada di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Belitung Barat itu dikenal sebagai hutan digital berbasis masyarakat pertama di Indonesia. Berbagai inovasi diterapkan, mulai dari digital hiking, Virtual Zoo, hingga peta navigasi daring yang memudahkan wisatawan menjelajahi kawasan hutan secara interaktif.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pengembangan desa wisata binaan menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar destinasi.
“Bakti BCA tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga memastikan desa binaan dapat berkembang menjadi desa mandiri dan berkelanjutan,” ujar Hera dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Hutan “Bisa Bicara”, Inovasi Digital Angkat Wisata Bukit Peramun
Desa Wisata Bakti BCA di Belitung sebelumnya meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2023 sebagai hutan digital berbasis masyarakat pertama di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan kawasan wisata yang menggabungkan pelestarian lingkungan, teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Menurut Hera, konsistensi pengelolaan kawasan turut membawa Bukit Peramun mendapatkan pengakuan nasional sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia oleh MURI.
Selain penghargaan MURI, Bukit Peramun juga pernah meraih penghargaan Green Gold kategori Pelestarian Lingkungan dalam ajang Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.
“Kami senantiasa mendorong desa-desa binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki,” kata Hera.
Baca juga: Mengintip Pesona Desa Wisata Bakti BCA di Belitung, dari Tarsius hingga Tradisi Makan Bedulang
Wisata Alam Dipadukan Teknologi Digital
Bukit Peramun telah menjadi Desa Bakti BCA sejak 2018. Kawasan wisata alam itu berada di pusat segitiga pariwisata Belitung yang meliputi Kota Tanjung Pandan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin.
Dengan ketinggian sekitar 129 meter di atas permukaan laut, Bukit Peramun menawarkan panorama hutan alami, batu granit khas Belitung, hingga pemandangan Laut China Selatan dan gugusan pulau kecil di sekitarnya.
Kawasan tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006. Kemudian pada 2017, Bukit Peramun mulai dibuka sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat atau community-based tourism dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
Seiring pengembangannya, pengelola Bukit Peramun terus menghadirkan inovasi digital untuk mendukung pengalaman wisata. Teknologi yang diterapkan antara lain virtual assistant berbasis Android untuk memperkenalkan jenis dan manfaat tanaman, serta virtual guide dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Peningkatan kualitas pengelolaan tersebut turut berdampak pada kenaikan jumlah wisatawan. Pada 2023, tercatat sebanyak 387 wisatawan mancanegara berkunjung ke Bukit Peramun dan meningkat menjadi 485 wisatawan pada 2025.
Sementara itu, jumlah wisatawan domestik naik dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 wisatawan pada 2025.
Desa Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata
Selain Bukit Peramun, Desa Wisata Kreatif Terong juga menjadi bagian dari pengembangan Desa Bakti BCA di Belitung. Desa yang berada di kawasan bekas tambang timah tersebut kini berkembang menjadi destinasi wisata alam dan edukasi.
Salah satu daya tarik utamanya ialah Wisata Aik Rusa Berehun yang memanfaatkan area bekas tambang timah hasil reklamasi swadaya masyarakat. Kawasan itu kini dilengkapi fasilitas pendukung seperti area UMKM, panggung seni, hingga pondok pertemuan.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas khas, mulai dari memancing ikan nila, lele, dan patin hingga mencicipi tradisi makan bedulang, yakni tradisi makan bersama khas Belitung yang sarat nilai kebersamaan dan sopan santun.
Pada 2026, Desa Wisata Kreatif Terong juga ditetapkan sebagai salah satu lokasi program Genera-Z Berbakti. Program tersebut merupakan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa untuk mendorong inovasi dan pengembangan desa wisata binaan Bakti BCA agar semakin berkembang dan berdaya saing.
“Semoga dukungan kami dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Hera.
Tag: #hutan #digital #belitung #tarik #wisatawan #umkm #ikut #bergerak