KAI Logistik Bidik Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak
- PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menjajaki peluang bisnis baru di sektor pengiriman hewan ternak melalui kerja sama strategis dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis (7/5/2026) lalu sebagai langkah awal pengembangan layanan pengiriman komoditas baru, khususnya hasil bumi dan hewan ternak.
KAI Logistik menyebut kolaborasi ini menjadi sinergi perdana perusahaan dalam menghadirkan solusi distribusi komoditas pangan strategis secara masif melalui moda kereta api.
Baca juga: KAI Logistik Tambah Kapasitas KA Ronggowarsito, Angkut 13.500 Ton Barang per Bulan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari-November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk memperluas portofolio layanan berbasis kebutuhan pasar sekaligus memperkuat rantai pasok sektor peternakan dan pangan nasional.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan, langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terintegrasi.
“Sejalan dengan visi untuk menjadi perusahaan total logistics solution, kami melalui layanan KALOG Plus berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan pengiriman multikomoditas dalam jumlah besar, termasuk sumber daya pangan hasil bumi dan ternak,” ujar Yuskal dalam siaran pers, Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, pengiriman hewan ternak menjadi komoditas baru yang cukup menantang bagi perusahaan sehingga mendorong pengembangan layanan dan sarana angkut khusus.
Baca juga: KAI Logistik Perkuat Tata Kelola SDM, Fokus pada Keselamatan dan Budaya Kerja Inklusif
“Ini merupakan komoditas baru yang cukup menantang bagi kami, dan mendorong kami untuk berinovasi dalam mengembangkan layanan baru termasuk pengembangan gerbong pengangkut khusus berupa kontainer yang dimodifikasi dan disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar,” kata dia.
KAI Logistik dan Bogantara berharap kerja sama ini dapat membuka peluang baru dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan mobilitas komoditas pangan, khususnya dari daerah penghasil menuju pusat permintaan.
Kai Logistik cabang pasar senen, Jakarta
Perusahaan menyebut langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk penguatan sektor pangan melalui visi pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.
Pada tahap awal implementasi, penjajakan bisnis akan difokuskan pada pengiriman hewan ternak berupa sapi dengan rute dari Jawa Timur menuju Jakarta.
Baca juga: Volume Angkutan KAI Logistik Tembus 3,6 Juta Ton di Awal 2026
Secara spesifik, pengiriman akan dilakukan dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, menuju Stasiun Jakarta Gudang.
Meski dimulai dari pengiriman sapi, kedua perusahaan membuka peluang perluasan kerja sama untuk berbagai jenis bahan pangan maupun hewan ternak lainnya sesuai kebutuhan pasar dan mitra bisnis.
KAI Logistik menilai penggunaan moda kereta api untuk pengiriman hewan ternak memiliki keunggulan dibandingkan moda transportasi darat seperti truk.
Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api disebut mampu mengangkut jumlah ternak lebih besar.
Baca juga: KAI Logistik Garap Angkutan CPO Sumut, Bidik 200.000 Ton per Tahun
Satu gerbong diperkirakan dapat menampung 14 hingga 18 ekor sapi, sehingga dalam satu kali perjalanan sedikitnya sekitar 280 ekor sapi dapat diangkut sekaligus.
“Layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman hanya 26 jam, waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan moda darat lainnya yang sering kali dihadapkan pada dinamika kondisi jalan yang beragam,” jelas Yuskal.
Ia menambahkan, durasi perjalanan yang lebih singkat menjadi faktor penting bagi kesejahteraan hewan atau animal welfare karena dapat menjaga kondisi ternak tetap stabil dan meminimalkan stres selama perjalanan.
“Durasi perjalanan yang singkat ini menjadi faktor krusial bagi kesejahteraan hewan (animal welfare), karena mampu membuat kondisi ternak tetap stabil, minim stres, serta menjaga kesehatan hingga tiba di lokasi tujuan,” ujar dia.
Baca juga: KAI Logistik Kantongi Sertifikasi Halal untuk Layanan Retail
Menurut Yuskal, layanan tersebut juga didukung standar keamanan, keselamatan, dan ketepatan waktu yang tinggi, serta komitmen terhadap prinsip green logistics untuk menjaga kualitas ternak saat tiba di tujuan.
“Keunggulan ini juga dibarengi dengan standar keamanan, keselamatan, dan ketepatan waktu yang tinggi, serta komitmen pada prinsip green logistics guna memastikan kualitas ternak tetap prima saat sampai di lokasi tujuan,” kata Yuskal.
Ke depan, KAI Logistik menyatakan akan melakukan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap skema operasional dan layanan pengiriman ternak tersebut.
Perusahaan juga berkomitmen menghadirkan inovasi layanan logistik yang adaptif terhadap kebutuhan industri sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai solusi distribusi logistik nasional yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
Tag: #logistik #bidik #bisnis #baru #pengiriman #hewan #ternak