Adopsi Kripto Meningkat, PINTU Sasar Komunitas Intelektual untuk Edukasi
Platform investasi kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperkuat upaya literasi aset kripto melalui kolaborasi dengan Mensa Indonesia.
Kerja sama ini diwujudkan lewat sesi edukasi bertema The Future of Blockchain and Cryptocurrency.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia, termasuk Chairman Mensa Indonesia Satriadi Gunawan dan Blockchain & Crypto Specialist PINTU Ari Budi Santosa.
Baca juga: OJK: Transaksi Kripto Turun 25,9 Persen, Efek Normalisasi Selepas Halving
Ilustrasi blockchain
Satriadi menyambut positif kolaborasi ini dan menilai kehadiran PINTU memberikan perspektif baru bagi komunitasnya.
“Kehadiran PINTU dalam acara ini memberikan perspektif baru bagi anggota kami. Kripto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap anggota dapat memahami aspek kripto dan blockchain, serta potensi ke depannya,” ujar Satriadi dalam siaran pers, Kamis (7/5/2026).
Bahas teknologi hingga strategi investasi
Sebagai komunitas intelektual global yang mewadahi individu dengan tingkat intelligence quotient (IQ) tinggi, Mensa Indonesia berfokus pada pengembangan intelektualitas melalui pertukaran ide, berbagi pengetahuan, dan kolaborasi.
Dalam kegiatan tersebut, PINTU memaparkan berbagai topik terkait industri kripto. Materi yang dibahas mencakup dasar-dasar teknologi blockchain, perkembangan ekosistem aset kripto, hingga potensi pengembangan teknologi, termasuk tokenisasi aset.
Baca juga: Derivatif Jadi Penopang Kinerja COIN di Tengah Tekanan Kripto
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai strategi investasi aset kripto yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Ilustrasi aset kripto.
Ari menjelaskan, pembahasan mengenai masa depan blockchain dan kripto semakin relevan di tengah perkembangan teknologi keuangan digital.
“Topik The Future of Blockchain and Cryptocurrency semakin relevan, di mana kripto tidak lagi bisa dipersepsikan hanya sebatas trading, melainkan sebagai teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara lebih transparan dan efisien,” kata Ari.
Tokenisasi aset jadi sorotan
Dalam pemaparannya, Ari juga menyoroti perkembangan tokenisasi aset sebagai salah satu tren penting dalam ekosistem kripto.
Baca juga: Negara Kini Bisa Sita Aset Kripto untuk Bayar Utang, Ini Dampaknya bagi Investor dan Industri
“Salah satu perkembangan yang relevan dalam ekosistem crypto saat ini adalah tokenisasi aset, di mana berbagai aset dunia nyata, seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global. Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi lintas aset dengan cara yang lebih inklusif,” jelasnya.
Sebagai informasi, tokenisasi aset memungkinkan berbagai instrumen seperti saham, komoditas, hingga produk keuangan lainnya untuk diakses secara global.
Selain itu, aset dapat diperdagangkan secara fraksional serta memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan aset tradisional.
Adopsi kripto global dan nasional meningkat
Seiring dengan berkembangnya inovasi seperti tokenisasi, adopsi aset kripto secara global juga menunjukkan tren peningkatan.
Baca juga: Transisi Powell ke Warsh Bikin Pasar Menunggu, Kripto Terancam Volatil
Berdasarkan data TRM Labs, aktivitas retail kripto global pada kuartal I-2026 mencapai 79 miliar dollar AS.
Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.
Sementara itu, tren serupa juga terlihat di Indonesia.
Laporan State of Mobile 2025 yang dirilis Sensor Tower mencatat Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia, dengan kenaikan sebesar 54 persen secara tahunan (year-on-year).
Dorong edukasi berkelanjutan
PINTU menyatakan kolaborasi dengan Mensa Indonesia diharapkan dapat terus berlanjut guna memperluas literasi kripto di Indonesia.
Baca juga: Strategi DCA Dinilai Efektif Redam Risiko Volatilitas Kripto
“Ke depan, kami berharap kolaborasi dengan Mensa Indonesia dapat terus berlanjut untuk memperluas literasi crypto di Indonesia. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tetapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak,” tutup Ari.
Tag: #adopsi #kripto #meningkat #pintu #sasar #komunitas #intelektual #untuk #edukasi