Harga Minyak Merosot, AS Disebut Segera Capai Kesepakatan Damai dengan Iran
Ilustrasi minyak bumi. (Freepik)
18:56
6 Mei 2026

Harga Minyak Merosot, AS Disebut Segera Capai Kesepakatan Damai dengan Iran

Harga minyak mentah anjlok tajam pada Rabu (6/5/2026). Hal ini memperpanjang tren penurunan setelah adanya laporan AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut.

Tolok ukur harga minyak mentah berjangka internasional Brent turun 8,2 persen menjadi 100,83 dollar AS per barrel pada 06.43 waktu AS.

Sementara itu harga minyak West Texas Intermediate AS turun 9,8 persen menjadi 92,28 dollar AS.

Sebelumnya, kedua harga acuan minyak tersebut ditutup lebih rendah dari 3,9 persen pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Skenario Terburuk Rupiah Rp 18.300, Ekonom Soroti Peran Minyak dan Arus Modal

Gedung Putih dikabarkan hampir mencapai nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin untuk mengakhiri perang dan menetapkan kerangka kerja untuk pembicaraan nuklir yang lebih rinci.

AS dilaporkan mengharapkan Iran untuk menanggapi beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan.

Saat ini, belum ada kesepakatan yang tercapai antara kedua pihak, tetapi sumber-sumber mengatakan ini adalah momen terdekat Washington dan Teheran menuju kesepakatan sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, mereka sedang mengevaluasi proposal perdamaian 14 poin dari Washington. Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan komentar.

Sebelumnya, Iran menyatakan pada hari Rabu mereka hanya akan menerima kesepakatan damai yang adil.

Pada Selasa (5/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan dalam sebuah unggahan di Truth Social, AS akan menghentikan sementara Proyek Kebebasan.

Ini adalah sebuah upaya militer yang diluncurkan sehari sebelumnya untuk mengawal kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz, dengan alasan kemajuan dalam negosiasi dengan Iran menuju kesepakatan akhir.

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan, Harga Minyak Anjlok 4 Persen

Pemerintahan Trump mengatakan sekitar 23.000 pelaut dari 87 negara terdampar di Teluk Persia setelah Iran secara efektif menutup selat tersebut.

Kepala Strategi Komoditas Bank Belanda ING Warren Patterson mengatakan, kesepakatan yang menormalkan aliran minyak melalui Selat Hormuz sangat penting.

Pasalnya, ekitar 13 juta barrel per hari pasokan yang terganggu sebagian besar diimbangi oleh persediaan, yang jelas menurun dengan cepat.

"Hal ini membuat pasar semakin rentan setiap harinya. Stok yang semakin ketat hanya akan membuat pasar minyak bergejolak dengan cara yang semakin tidak menentu,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendapatan Tetap Azimut Group, Nicolo Bocchin memperingatkan, melonjaknya biaya minyak dan energi telah menyebabkan penurunan permintaan secara global.

"Bahkan jika jalur air dibuka kembali, normalisasi arus pengiriman dan perdagangan masih akan memakan waktu berminggu-minggu," tutup dia.

Tag:  #harga #minyak #merosot #disebut #segera #capai #kesepakatan #damai #dengan #iran

KOMENTAR