Indosat Tebar Dividen Rp 3,58 Triliun, Setara Rp 111 per Saham
Jajaran Direksi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) saat konferensi pers, Selasa (5/5/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
17:04
5 Mei 2026

Indosat Tebar Dividen Rp 3,58 Triliun, Setara Rp 111 per Saham

- PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) membagikan dividen senilai Rp 3,58 triliun untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Selasa (5/5/2026).

Total dividen yang disetujui mencapai Rp 3.579.840.016.227 atau setara Rp 111 per saham.

Pembayaran dividen akan dilakukan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.

Baca juga: IHSG Bergejolak, Sejumlah Emiten Ini Justru Tebar Dividen dan Buyback Saham

President Director and Chief Executive Officer ISAT, Vikram Sinha, mengatakan di tengah tantangan kondisi makro ekonomi sepanjang 2025, perusahaan tetap melakukan eksekusi bisnis yang disiplin dan arah strategi yang terarah, sekaligus membangun fondasi untuk menciptakan nilai secara jangka panjang.

“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin,” ujar Vikram Sinha saat konferensi pers usai RUPST, Selasa sore ini.

“Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Seluruh langkah ini mencerminkan semangat dalam memberdayakan Indonesia,” paparnya.

Berlandaskan hal tersebut, Indosat terus mempercepat ambisi AI North Star untuk menjadikan penggerak perkembangan kecerdasan buatan (AI) dengan memberdayakan Indonesia melalui ekosistem AI yang terintegrasi secara menyeluruh.

Transformasi itu dimulai dari evolusi Indosat menjadi AI-native telco, dengan mengintegrasikan AI ke seluruh operasi inti untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal melalui AI hyper-personalization, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi belanja modal.

Vikram memastikan pendekatan tersebut telah memperkuat keterlibatan pelanggan dan dapat mendukung pertumbuhan dua digit bagi ISAT.

Lebih lanjut, Indosat memperluas layanannya dari sekadar konektivitas menjadi AI TechCo, membuka peluang pertumbuhan baru di bidang sovereign AI, cloud, dan keamanan siber.

Dengan kapabilitas utama yang telah terbangun, perusahaan kini memasuki fase ekspansi untuk mendorong pertumbuhan eksponensial pada layanan berbasis AI, baik di segmen konsumen maupun enterprise.

Salah satu pendorong utama strategi ini adalah kolaborasi strategis Indosat dengan NVIDIA yang diumumkan pada NVIDIA GTC 2026, bersamaan dengan peluncuran Sahabat-AI sebagai satu kesatuan upaya membangun ekosistem AI di Indonesia.

Melalui kemitraan tersebut, Indosat memanfaatkan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka dari NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan kapabilitas AI berkelas dunia ke Indonesia.

Inisiatif ini memungkinkan pengembangan solusi berkinerja tinggi yang relevan secara lokal, sekaligus meletakkan fondasi bagi sovereign AI yang terbuka, adaptif, dan selaras dengan prioritas nasional.

Baca juga: Apa Itu Pajak Dividen? DJP Jelaskan Kapan Kena PPh dan Kapan Bisa Bebas

Tag:  #indosat #tebar #dividen #triliun #setara #saham

KOMENTAR