Laba Bersih PGEO Melonjak 40 Persen pada Kuartal I 2026
– PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar 43,9 juta dollar AS. Angka tersebut meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 32,4 juta dollar AS.
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat mengatakan, pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perseroan.
“Pertumbuhan ini didorong oleh efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perseroan. Selain itu, capaian ini juga menempatkan PGE pada posisi keuangan yang solid untuk terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Fransetya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Panas Bumi PGE Dorong Ekonomi Sirkular dan Dekarbonisasi
Dari sisi pendapatan, PGE membukukan 116,6 juta dollar AS hingga 31 Maret 2026. Realisasi tersebut meningkat 14,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan 101,5 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif juga tercermin dari posisi neraca keuangan. Total aset perseroan tercatat sebesar 3,06 miliar dollar AS, naik 0,71 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Sementara itu, kas dan setara kas mencapai 745,2 juta dollar AS atau tumbuh 3,72 persen.
Dari sisi permodalan, ekuitas PGE meningkat dari 2,04 miliar dollar AS pada kuartal I 2025 menjadi 2,09 miliar dollar AS pada kuartal I 2026. Di sisi lain, liabilitas perseroan menurun 2,44 persen menjadi 964,7 juta dollar AS dibandingkan posisi akhir tahun lalu.
Baca juga: PGE Area Ulubelu Bangun Jembatan Ulu Semong dari Bonus Produksi Panas Bumi
Penurunan liabilitas tersebut dinilai memperkuat struktur modal sekaligus menekan risiko keuangan perseroan.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan, di tengah dinamika global seperti ketegangan geopolitik dan krisis energi, pengembangan energi baru terbarukan tetap menjadi prioritas.
“Kondisi global tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk semakin mengoptimalkan pengembangan panas bumi. Sejalan dengan itu, sebagai world leading geothermal producer, PGE terus berfokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru,” kata Ahmad.
Ia menambahkan, kinerja solid dalam beberapa tahun terakhir menjadi fondasi bagi ekspansi berkelanjutan ke depan.
Baca juga: Laba Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Tembus 137 Juta Dollar AS, Sinyal Positif Energi Panas Bumi
Perkembangan sektor energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri juga menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025–2034 yang menargetkan porsi EBT mencapai 76 persen, dengan kontribusi panas bumi sebesar 5,2 gigawatt (GW).
Sejalan dengan target tersebut, PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 GW pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.
Saat ini, PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 727 megawatt (MW). Perseroan juga menguasai sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional, sehingga menjadi salah satu pilar utama dalam sistem kelistrikan nasional.
Di sisi keberlanjutan, PGE mencatatkan kinerja ESG yang menonjol dengan meraih skor 7,1 dari Sustainalytics. Perseroan menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.
Tag: #laba #bersih #pgeo #melonjak #persen #pada #kuartal #2026