Produksi Jagung Semester I 2026 Diperkirakan Turun Jadi 8,33 Juta Ton
Kapolsek Bergas Polres Semarang AKP Harjono berbincang dengan petani jagung yang sedang panen(KOMPAS.com/Dian Ade Permana)
18:48
4 Mei 2026

Produksi Jagung Semester I 2026 Diperkirakan Turun Jadi 8,33 Juta Ton

- Badan Pusat Statistik (BPS) meperkirakan produksi jagung nasional pada Semester I 2026 akan mengalami penurunan seiring melemahnya kinerja panen pada awal tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 8,33 juta ton.

"Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,23 juta ton atau menurun sebesar 2,69 persen jika dibandingkan dengan Januari sampai dengan Juni tahun 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Ateng mengungkapkan, penurunan tersebut akibat turunnya luas panen dan produksi pada Maret 2026.

Baca juga: Produksi Jagung Maret 2026 Turun 14 Persen, Bagaimana Prospeknya?

Berdasarkan hasil pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen jagung pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,25 juta hektare, lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 0,29 juta hektare atau turun 14,44 persen.

Sejalan dengan itu, produksi jagung pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 1,40 juta ton, atau turun 14,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,64 juta ton

"Luas panen jagung pipilan pada Maret 2026 mencapai 0,25 juta hektare. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2025," kata dia.

Memasuki Kuartal II 2026, BPS memperkirakan adanya perbaikan terbatas pada sisi luas panen. Potensi luas panen jagung pada periode April hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 0,66 juta hektare, atau naik tipis 0,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, peningkatan luas panen tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong produksi. Potensi produksi jagung pada periode April-Juni 2026 diperkirakan sebesar 3,77 juta ton, atau masih turun 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Secara kumulatif, luas panen jagung sepanjang Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 1,46 juta hektare, atau menurun sekitar 0,04 juta hektare atau 2,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian, meskipun terdapat potensi perbaikan pada kuartal II, kinerja produksi jagung secara keseluruhan pada Semester I 2026 masih berada dalam tren penurunan.

Ateng menambahkan, angka potensi luas panen masih dapat berubah tergantung kondisi lapangan, termasuk kemungkinan sebagian tanaman dipanen muda atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

"Angka potensi ini tentunya akan berubah tergantung pada beberapa kondisi terkini hasil amatan lapangan sebagaimana tadi yang sudah saya sebutkan sebelumnya," tutupnya.

Tag:  #produksi #jagung #semester #2026 #diperkirakan #turun #jadi #juta

KOMENTAR