Saham Induk Google Melonjak 34 Persen dalam Sebulan, Tertinggi sejak 2004
– Saham induk Google, Alphabet Inc. (GOOGL), mencatatkan kinerja bulanan terbaiknya sejak perusahaan tersebut melantai di bursa pada 2004.
Sepanjang April 2026, saham Alphabet melonjak hampir 34 persen. Ini menjadi kenaikan bulanan tertinggi sejak masa awal Google sebagai perusahaan publik.
Sebagai catatan, Oktober 2004 menjadi periode lonjakan besar pertama Google setelah debutnya di indeks Nasdaq Composite beberapa bulan sebelumnya.
Baca juga: Perusahaan Warren Buffett Borong Saham Alphabet Rp 71,8 Triliun
Didorong reli saham teknologi
Dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (2/5/2026), kenaikan tajam saham Alphabet turut menjadi penopang utama reli pasar saham berbasis teknologi sepanjang April.
Pada periode tersebut, saham-saham berkapitalisasi besar kembali menjadi penggerak utama pasar.
Secara nilai, kapitalisasi pasar Alphabet bertambah sekitar 1,2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 20.760 triliun (asumsi kurs Rp 17.300 per dollar AS) dalam satu bulan. Nilai ini setara lebih dari 50 kali lipat valuasi awal Google saat IPO.
Lonjakan ini menegaskan bahwa Google menempuh jalur IPO yang tidak lazim di Wall Street, yakni mampu bertahan dan terus tumbuh tanpa mengalami koreksi besar seperti yang umumnya terjadi pada perusahaan lain.
Baca juga: Induk Google Akuisisi Pengembang Energi Bersih Rp 79 Triliun demi AI
IPO yang jarang terjadi
Menurut Kathy Donnelly, salah satu penulis buku The Lifecycle Trade, sekitar 91 persen saham hasil IPO pada akhirnya jatuh di bawah harga terendah pada hari pertama perdagangan.
Level harga terendah di hari pertama biasanya menjadi acuan penting bagi investor. Jika harga saham turun melewati titik tersebut, maka narasi awal saat IPO sering kali berakhir dan digantikan fase penyesuaian.
Namun, Google nyaris tidak memberi ruang untuk pola tersebut.
Perusahaan melantai di bursa pada Agustus 2004 dengan valuasi sekitar 23 miliar dollar AS.
Hingga akhir April 2026, nilai Alphabet telah melonjak menjadi sekitar 4,65 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 80.445 triliun, lebih dari 200 kali lipat dari valuasi awalnya.
Tambah nilai lebih besar dari banyak perusahaan
Skala pertumbuhan ini membuat performa April semakin menonjol. Dalam 21 hari perdagangan, Alphabet menambah nilai pasar lebih besar dibandingkan kapitalisasi banyak perusahaan di dunia.
Baca juga: Wall Street Bervariasi, Dow Turun untuk Kelima Kalinya di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Alphabet juga masih menunjukkan posisi sebagai pemimpin pasar.
Setelah tekanan pasar akibat konflik Iran sempat menekan saham global, Alphabet menjadi salah satu perusahaan berkapitalisasi besar pertama yang kembali mencetak rekor harga tertinggi baru.
Perusahaan ini bergerak bersama Amazon (AMZN) dan Nvidia (NVDA). Sementara itu, Apple Inc. (AAPL) mulai menyusul setelah merilis laporan kinerja terbarunya.
Ilustrasi Wall Street.
Pimpin “Magnificent Seven”
Alphabet kini memimpin kinerja saham kelompok Magnificent Seven sepanjang tahun berjalan.
Sejak awal 2026, saham Alphabet telah naik sekitar 22 persen. Bahkan, perusahaan langsung mencetak rekor harga intraday baru pada awal Mei—menjadi yang keempat sepanjang tahun ini.
Ke depan, tantangan bagi Alphabet adalah mempertahankan posisinya di tengah pergeseran pasar dari fase pemulihan menuju perburuan rekor baru.
Tag: #saham #induk #google #melonjak #persen #dalam #sebulan #tertinggi #sejak #2004