OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026
Ilustrasi nasabah OCBC NISP melakukan transaksi. (Ist)
11:27
30 April 2026

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mengawali tahun dengan capaian positif setelah mencatatkan kinerja keuangan perusahaan tetap resilien dan bertumbuh sepanjang periode tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru per 31 Maret 2026, emiten perbankan ini berhasil membukukan laba bersih OCBC 2026 sebesar Rp1,36 triliun atau tumbuh sebesar 5 persen secara tahunan (year on year/YoY) di tengah dinamika industri perbankan Indonesia.

Pencapaian laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional yang tumbuh 6 persen YoY, seiring dengan peningkatan total aset Bank OCBC sebesar 7 persen YoY menjadi Rp312,9 triliun.

Selain itu, pertumbuhan kredit OCBC juga tercatat positif mencapai Rp171,0 triliun, yang diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga serta penguatan rasio CASA atau dana murah yang kini mencapai
level 61,9 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dari sisi manajemen risiko, OCBC berhasil menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross di level 2,1 persen.

Sementara itu, Loan at Risk (LaR) menunjukkan perbaikan ke angka 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,4 persen.

Direktur OCBC Parwati Surjaudaja, pada Jumat (24/10/2025) mengatakan Inflasi yang tetap terkendali di bawah 3 persen mencerminkan daya beli masyarakat yang stabil dan menegaskan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional. [Suara.com/Rina Anggraeni]Direktur OCBC Parwati Surjaudaja. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Sebagai langkah antisipatif, bank juga menyiapkan pencadangan NPL yang sangat memadai, yakni sebesar 221,8 persen.

Pada sisi penghimpunan dana, jumlah DPK tercatat mencapai Rp226,4 triliun atau tumbuh 4 persen YoY.

Rasio permodalan bank juga berada pada posisi yang sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,0 persen, memberikan ruang yang luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis di masa mendatang.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyatakan bahwa kinerja ini mencerminkan kekuatan model bisnis bank yang mampu menyeimbangkan antara aspek pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.

"Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana," ujar Parwati dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan.

Transformasi digital juga menjadi motor penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, total nilai transaksi melalui e-channel tumbuh signifikan hingga 15 persen YoY.

Pengguna aktif individu pada layanan internet banking dan OCBC Mobile meningkat 8 persen YoY, sementara pada segmen korporasi, pengguna aktif OCBC Business Mobile melonjak hingga 20 persen YoY.

Melalui penguatan layanan perbankan digital OCBC dan pengembangan produk yang relevan, bank berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Fokus pada segmen ritel dan bisnis melalui strategi bisnis OCBC diharapkan dapat memperkokoh loyalitas nasabah serta menjaga ketahanan bank dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi global di masa depan.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #ocbc #kantongi #laba #bersih #rp136 #triliun #pada #kuartal #2026

KOMENTAR