Selat Hormuz Dibuka, Pertamina dan Pemerintah Upayakan Dua Kapal RI Lewat
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
11:44
18 April 2026

Selat Hormuz Dibuka, Pertamina dan Pemerintah Upayakan Dua Kapal RI Lewat

- Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) terus mengupayakan dua kapal milik Indonesia yang masih tertahan di Teluk Persia bisa segera melintasi Selat Hormuz, seiring dibukanya jalur pelayaran tersebut oleh Iran.

Adapun dua kapal tanker itu yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang merupakan milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, sedangkan Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Iran agar kedua kapal dapat segera melintas.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok ke Kisaran 80 Dollar AS Usai Selat Hormuz Dibuka

"Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menuturkan, pemerintah berharap proses pelayaran di kawasan tersebut bisa segera kembali normal.

Anggia memastikan pemerintah akan terus berupaya menjaga ketahanan energi nasional.

Pemerintah pun terus memonitor perkembangan situasi global secara ketat, serta mengambil langkah-langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi domestik.

"Kita berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga," jelas Anggia.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, perkembangan situasi di Selat Hormuz sangat dinamis.

Kabar dibukanya selat tersebut oleh Iran pun menjadi kabar baik untuk kelancaran jalur distribusi energi global, tak terkecuali bagi Pertamina yang dua kapalnya masih tertahan di sana.

"Untuk dua kapal Pertamina, saat ini kami terus memonitor perkembangan dan berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait, keamanan dan keselamatan awak serta kapal menjadi prioritas kami," ujarnya kepada Kompas.com.

Kendati Selat Hormuz sudah dibuka, namun Baron menekankan bahwa implementasi melintasnya kapal-kapal dari jalur tersebut masih memerlukan koordinasi dengan otoritas setempat.

"Implementasinya di lapangan masih memerlukan koordinasi dengan otoritas setempat, terkait jalur pelayaran dan aspek keselamatan serta prosedur pelayaran sesuai ketentuan yang berlaku," ucap dia.

Sebelumnya, Iran membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026), menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut.

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulis Araghchi di X dilansir CNN, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Wall Street Menguat Usai Selat Hormuz Dibuka, Indeks S&P Cetak Rekor

Tag:  #selat #hormuz #dibuka #pertamina #pemerintah #upayakan #kapal #lewat

KOMENTAR