Jasa Marga Kebut Perluasan Ruas Tol Surabaya–Gempol
Gerbang Tol (GT) Banyu Urip Ruas Tol Surabaya–Gempol, Rabu (12/11/2025).(DOKUMEN/PT JASAMARGA TRANSJAWA TOL)
13:44
17 April 2026

Jasa Marga Kebut Perluasan Ruas Tol Surabaya–Gempol

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan percepatan proyek pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol pada segmen Kejapanan–Gempol (KM 769+450 hingga KM 772+650).

Hingga Minggu ke-32 pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 69,72 persen dan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di salah satu koridor vital Trans Jawa.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas perjalanan pengguna jalan secara menyeluruh.

“Kami memahami bahwa kelancaran perjalanan menjadi harapan utama setiap pengguna jalan, terutama di ruas dengan mobilitas tinggi seperti Surabaya–Gempol,” kata Ria dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Menhub Dudy Minta Maaf atas Kemacetan Parah di Tol Saat Lebaran 2026

Ria mengatakan, pelebaran pada segmen Kejapanan–Gempol yang merupakan jalur penghubung dari arah Surabaya menuju Malang dan sebaliknya sebagai bagian dari distribusi lalu lintas.

“JTT berupaya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan minim hambatan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam setiap perjalanan,” ujar Ria.

Lebih lanjut, peningkatan kapasitas ini juga berperan penting dalam mendukung distribusi logistik yang lebih efisien serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur.

Dengan arus lalu lintas yang lebih lancar, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih optimal sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi peningkatan perkerasan jalan, pekerjaan struktur jembatan, serta penyempurnaan perlengkapan jalan seperti rambu dan marka.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, and Environment serta mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol guna memastikan hasil akhir yang andal dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, JTT juga memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara terukur dengan pengaturan lalu lintas yang adaptif dan situasional.

Hal ini bertujuan agar pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman dan nyaman selama proses konstruksi berlangsung.

“Peningkatan kapasitas di ruas ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran Jalan Tol Trans Jawa sebagai tulang punggung konektivitas nasional,” tegas Ria.

Adapun pelebaran kapasitas ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol, khususnya pada segmen Kejapanan–Gempol menjadi bagian dari upaya mengantisipasi lonjakan volume kendaraan sekaligus mengurangi potensi kemacetan di salah satu jalur vital di Jawa Timur.

Peningkatan kapasitas dilakukan dengan menambah jumlah lajur pada ruas KM 769+450 hingga KM 772+650, dari semula dua lajur menjadi tiga lajur.

Dengan penambahan ini, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar, terutama pada jam-jam padat dan periode libur panjang yang kerap memicu kepadatan di jalur tersebut.

Pekerjaan konstruksi telah dimulai sejak kuartal IV-2025 dan ditargetkan rampung pada 2026.

Adapun tol Surabaya–Gempol merupakan salah satu ruas tol bersejarah di Jawa Timur.

Jalan tol ini pertama kali diresmikan pada tahun 1986 dan menjadi penghubung utama antara Surabaya dengan kawasan industri serta wilayah di selatan dan timur provinsi tersebut.

Baca juga: Sempat Mandek, Proyek Tol Tanpa Henti Kembali Diuji

Tag:  #jasa #marga #kebut #perluasan #ruas #surabayagempol

KOMENTAR